Gadis asal Mayangan yang Minggat Ternyata Pernah Dilecehkan di Sekolah

MAYANGAN, Radar Bromo – Perginya AMA dari rumah terus membuat ibunya, JSS, warga Mayangan, Kota Probolinggo menggali semua kemungkinan penyebab anaknya minggat. Termasuk, permasalahan yang pernah dialami AMA di sekolahnya.

JSS menyebut, anaknya pernah dilecehkan oleh teman lelakinya di sekolah. Permasalahan ini diketahui pihak sekolah dan sudah dijatuhi sanksi.

Namun, menurut JSS, sanksinya tidak sama. Anaknya, yang minggat dari rumah diwajibkan menunaikan salat Duha dan Duhur berjamaah serta harus menghafal. Sedangkan, teman lelakinya hanya diminta mengganti fasilitas sekolah yang rusak.

“Sekitar Oktober-November, anak saya diajak ke atap bangunan baru yang belum jadi. Selanjutnya, duduk dan saling rangkul. Saat tangannya (teman lelaki AMA) mau masuk ke baju anak saya, sama anak saya dihalangi dengan tangannya. Dan, langsung ditegur oleh tukang bangunan. Karena tukang bangunan itu tahu AMA anak saya. Mungkin kasihan,” ujar JSS.

Saat keduanya dipanggil pihak sekolah, menurut JSS, yang dihukum hanya anaknya. Sedangkan, teman lelakinya yang berinisial BH hanya cukup mengganti fasilitas sekolah. “Jadi, BH hanya ganti seperti kipas angin dan lainnya. Anak saya malah dihukum sampai sekarang,” ujarnya.

Terpisah, SM, kepala sekolah tempat AMA menimba ilmu membantah apa yang disampaikan JSS. Ia juga menunjukkan absensi kelas dan diketahui AMA jarang bersekolah.

Terkait perbuatan pelecehan, SM mengaku pernah mendapatkan laporan, sehingga keduanya sudah dipanggil. Hasilnya, mereka mengaku hanya berpegangan tangan dan berpelukan.

“Saya bilang, itu perbuatan buruk dan harus minta maaf dan bertobat kepada Allah. Makanya, diwajibkan salat Duha dan Duhur berjamaah. Itu pun tidak dia saja, tapi berjamaah dengan siswa lainnya,” ujarnya. Selain itu, mereka melakukannya karena berpacaran. Bukan saling karena paksaan. (rpd/rud)