alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kini Donor Plasma Konvalesen Bisa Dilakukan di Kota Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar  BromoDonor plasma konvalesen kini tidak harus dilakukan di luar Kota Probolinggo. Sejak Senin (25/1), warga yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa mendonorkan plasma darahnya di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Ya, RSUD resmi memiliki apheresis. Yaitu, alat yang digunakan untuk mengambil plasma darah pasien yang sembuh dari Covid-19. Bahkan, RSUD juga punya alat pendingin untuk penyimpanan plasma konvalesen.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin pun langsung melihat apheresis itu di RSUD kemarin. Dia ditemani Direktur RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar H.S Kuddah dan dr Bobby Mulyadi, Sp.PK, dokter spesialis patologi klinik di RSUD.

Dokter Bobby menjelaskan, RSUD dr Muhamad Saleh adalah salah satu rumah sakit tipe B yang memiliki apheresis. “Juga sudah ada alat pendingin untuk penyimpanan plasma konvalesen yang memiliki suhu minus 20 sampai minus 40 derajat Celsius,” ujarnya menjelaskan.

Dengan dua alat itu, terapi plasma konvalesen untuk pasien positif Covid-19  kondisi sedang bisa dilakukan di RSUD.  Namun memang tidak semua pasien positif butuh donor plasma.

Bobby menjelaskan, yang dimaksud pasien positif kondisi sedang yaitu mereka yang memiliki gejala, seperti sesak napas. Ketika ada tanda awal pasien kategori gejala sedang, maka segera langsung dilakukan terapi konvalesen.

“Bagi penyintas Covid-19 yang sudah sembuh, bisa mendonorkan plasmanya 14 hari setelah dinyatakan sembuh. Sementara bagi pasien yang pernah diterapi plasma konvalesen, baru boleh melakukan donor setelah tiga bulan,” lanjutnya.

Berbeda dengan donor darah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum dilakukan donor plasma konvalesen. Antara lain, pemeriksaan kadar antibodi pada penyintas Covid-19.

“Yang bisa melakukan donor plasma ini diutamakan laki-laki. Perempuan bisa, tapi yang belum pernah melahirkan. Sebelum donor harus ada pemeriksaan kadar antibodi,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memastikan RSUD bisa memenuhi kebutuhan plasma konvalesen. “Warga yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa melakukan donor plasma di RSUD dr Mohamad Saleh. Tidak perlu keluar Kota Probolinggo,” ujarnya.

“Diharapkan terapi plasma konvalesen ini bisa meningkatkan kesembuhan pasien yang saat ini terpapar Covid-19,” tambahnya. (put/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar  BromoDonor plasma konvalesen kini tidak harus dilakukan di luar Kota Probolinggo. Sejak Senin (25/1), warga yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa mendonorkan plasma darahnya di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Ya, RSUD resmi memiliki apheresis. Yaitu, alat yang digunakan untuk mengambil plasma darah pasien yang sembuh dari Covid-19. Bahkan, RSUD juga punya alat pendingin untuk penyimpanan plasma konvalesen.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin pun langsung melihat apheresis itu di RSUD kemarin. Dia ditemani Direktur RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar H.S Kuddah dan dr Bobby Mulyadi, Sp.PK, dokter spesialis patologi klinik di RSUD.

Mobile_AP_Half Page

Dokter Bobby menjelaskan, RSUD dr Muhamad Saleh adalah salah satu rumah sakit tipe B yang memiliki apheresis. “Juga sudah ada alat pendingin untuk penyimpanan plasma konvalesen yang memiliki suhu minus 20 sampai minus 40 derajat Celsius,” ujarnya menjelaskan.

Dengan dua alat itu, terapi plasma konvalesen untuk pasien positif Covid-19  kondisi sedang bisa dilakukan di RSUD.  Namun memang tidak semua pasien positif butuh donor plasma.

Bobby menjelaskan, yang dimaksud pasien positif kondisi sedang yaitu mereka yang memiliki gejala, seperti sesak napas. Ketika ada tanda awal pasien kategori gejala sedang, maka segera langsung dilakukan terapi konvalesen.

“Bagi penyintas Covid-19 yang sudah sembuh, bisa mendonorkan plasmanya 14 hari setelah dinyatakan sembuh. Sementara bagi pasien yang pernah diterapi plasma konvalesen, baru boleh melakukan donor setelah tiga bulan,” lanjutnya.

Berbeda dengan donor darah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum dilakukan donor plasma konvalesen. Antara lain, pemeriksaan kadar antibodi pada penyintas Covid-19.

“Yang bisa melakukan donor plasma ini diutamakan laki-laki. Perempuan bisa, tapi yang belum pernah melahirkan. Sebelum donor harus ada pemeriksaan kadar antibodi,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memastikan RSUD bisa memenuhi kebutuhan plasma konvalesen. “Warga yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa melakukan donor plasma di RSUD dr Mohamad Saleh. Tidak perlu keluar Kota Probolinggo,” ujarnya.

“Diharapkan terapi plasma konvalesen ini bisa meningkatkan kesembuhan pasien yang saat ini terpapar Covid-19,” tambahnya. (put/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2