alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Fasilitas Snorkeling Gili Ketapang Dibangun, Belum Sumbang PAD

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Sudah dua tahun wisata snorkeling di Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, beroperasi. Fasilitas penunjang destinasi wisata juga telah dibangun. Namun sejauh ini wisata bahari ini belum dibebani pendapatan asli daerah (PAD).

Kasi Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo mengatakan, tahun ini wisata snorkeling Pulau Gili Ketapang belum ditarget PAD. Sebab, masih proses penyusunan perdes.

“Beberapa hari lalu kami datang ke Desa Gili Ketapang, untuk koordinasi dan dorong segera bentuk perdes,” katanya, kemarin.

Dari sanalah, kata Musa, nantinya retribusi yang masuk PAD Kabupaten Probolinggo, sebesar Rp 5 ribu. Kemudian, retribusi untuk pemerintah desa (pemdes) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekitar Rp 5 ribu. Sehingga, nantinya setiap pengunjung akan dikenakan retribusi Rp 10 ribu.

“Kalau retribusi untuk kabupaten sendiri sesuai peraturan daerah (perda) sebesar Rp 5 ribu. Kemudian ada retribusi untuk desa atau BUMDes juga,” terangnya.

Dalam penarikan retribusi akan ditangani langsung oleh BUMDes. Pihaknya akan membuat perjanjian kerja sama dengan BUMDes, sehingga setiap pengunjung snorkeling wajib dikenakan retribusi.

“Kami targetkan tahun ini sudah mulai terapkan penarikan retribusi terhadap pengunjung meski tidak ditargetkan PAD. Tahun depan baru kami targetkan PAD dari wisata snorkeling,” tegasnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Sudah dua tahun wisata snorkeling di Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, beroperasi. Fasilitas penunjang destinasi wisata juga telah dibangun. Namun sejauh ini wisata bahari ini belum dibebani pendapatan asli daerah (PAD).

Kasi Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo mengatakan, tahun ini wisata snorkeling Pulau Gili Ketapang belum ditarget PAD. Sebab, masih proses penyusunan perdes.

“Beberapa hari lalu kami datang ke Desa Gili Ketapang, untuk koordinasi dan dorong segera bentuk perdes,” katanya, kemarin.

Mobile_AP_Half Page

Dari sanalah, kata Musa, nantinya retribusi yang masuk PAD Kabupaten Probolinggo, sebesar Rp 5 ribu. Kemudian, retribusi untuk pemerintah desa (pemdes) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekitar Rp 5 ribu. Sehingga, nantinya setiap pengunjung akan dikenakan retribusi Rp 10 ribu.

“Kalau retribusi untuk kabupaten sendiri sesuai peraturan daerah (perda) sebesar Rp 5 ribu. Kemudian ada retribusi untuk desa atau BUMDes juga,” terangnya.

Dalam penarikan retribusi akan ditangani langsung oleh BUMDes. Pihaknya akan membuat perjanjian kerja sama dengan BUMDes, sehingga setiap pengunjung snorkeling wajib dikenakan retribusi.

“Kami targetkan tahun ini sudah mulai terapkan penarikan retribusi terhadap pengunjung meski tidak ditargetkan PAD. Tahun depan baru kami targetkan PAD dari wisata snorkeling,” tegasnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2