alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Awak Bus Umum Dites Urine, Penumpang Ikut Senang

KADEMANGAN, Radar Bromo – Pemeriksaan untuk antisipasi narkoba dilakukan Satnarkoba Polres Probolinggo Kota, Jumat (24/12) pagi. Di terminal Terminal Bayuangga juga dilaksanakan tes urine. Dari puluhan awak bus yang dites, seluruhnya negatif.

Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo Kota Iptu Joko Murdiyanto mengatakan, tes urine dilakukan secara serentak tersebut bertujuan untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang jelang Nataru. “Secara acak kami memilih sekitar 20 orang yang terdiri dari sopir dan kernet bus untuk menjalani tes urine. Hal ini dilakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan penumpang. Lebih lagi jelang natal dan tahun baru,” katanya.

Hasilnya, dari dua puluh lebih yang dilakukan tes, hasilnya negatif. Pihaknya berharap tes urine tersebut bisa digelar periodik, misalnya jarak rentang tiga bulan. Sehingga tidak menunggu ketika jelang Nataru. “Ini demi keselamatan dan kenyamanan penumpang,” tambahnya.

Sementara itu, Munawaroh, 32, salah satu penumpang bus mengaku senang dengan dilakukannya tes urine bagi sopir dan kernet. Dengan begitu kian membuatnya yakin bus yang ditumpanginya aman. “Jika sopirnya pakai obat-obatan terlarang atau narkoba, nyetirnya bisa ugal ugalan. Bisa membahayakan kami sebagai penumpang,” terangnya.

Sementara itu Nurgiantoro, 58, sopir Bus Cipto asal Kabupaten Jember mengaku ikut senang. “Senang sih ada giat seperti ini. Soalnya penumpangnya juga tahu dan memberikan kepastian kepada penumpang terkait dengan keselamatan mereka,” singkat Nur. (rpd/fun)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Pemeriksaan untuk antisipasi narkoba dilakukan Satnarkoba Polres Probolinggo Kota, Jumat (24/12) pagi. Di terminal Terminal Bayuangga juga dilaksanakan tes urine. Dari puluhan awak bus yang dites, seluruhnya negatif.

Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo Kota Iptu Joko Murdiyanto mengatakan, tes urine dilakukan secara serentak tersebut bertujuan untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang jelang Nataru. “Secara acak kami memilih sekitar 20 orang yang terdiri dari sopir dan kernet bus untuk menjalani tes urine. Hal ini dilakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan penumpang. Lebih lagi jelang natal dan tahun baru,” katanya.

Hasilnya, dari dua puluh lebih yang dilakukan tes, hasilnya negatif. Pihaknya berharap tes urine tersebut bisa digelar periodik, misalnya jarak rentang tiga bulan. Sehingga tidak menunggu ketika jelang Nataru. “Ini demi keselamatan dan kenyamanan penumpang,” tambahnya.

Sementara itu, Munawaroh, 32, salah satu penumpang bus mengaku senang dengan dilakukannya tes urine bagi sopir dan kernet. Dengan begitu kian membuatnya yakin bus yang ditumpanginya aman. “Jika sopirnya pakai obat-obatan terlarang atau narkoba, nyetirnya bisa ugal ugalan. Bisa membahayakan kami sebagai penumpang,” terangnya.

Sementara itu Nurgiantoro, 58, sopir Bus Cipto asal Kabupaten Jember mengaku ikut senang. “Senang sih ada giat seperti ini. Soalnya penumpangnya juga tahu dan memberikan kepastian kepada penumpang terkait dengan keselamatan mereka,” singkat Nur. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/