alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Leces Diguyur Hujan Es, BMKG: Masih Berpotensi Terjadi Lagi

LECES, Radar Bromo – Warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo sempat ramai karena terjadi hujan es di wilayah setempat. Hujan es itu terjadi sekitar tiga hari lalu. BMKG Juanda Sidoarjo pun memastikan, hujan es masih berpotensi terjadi di akhir November atau Desember.

Teguh Tri Susanto selaku Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Sidoarjo mengatakan, hujan es merupakan fenomena biasa. Seperti halnya fenomena petir dan angin kencang.

Kondisi itu menurutnya terjadi, karena saat ini sedang memasuki awal musim hujan. Terutama di wilayah utara Jawa Timur, seperti Surabaya, termasuk Probolinggo.

”Awal musim hujan terjadi pada November akhir atau awal Desember. Sementara saat ini masih masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” katanya.

Selama masa peralihan itu menurut Teguh, terjadi pertumbuhan awan-awan konfektif yang membentuk hujan. Pembentukan awan konfektif inilah yang mengakibatkan fenomena hujan es.

Menurutnya, fenomena hujan es juga juga terjadi di sejumlah daerah. Namun, selama ini tidak sampai ada korban akibat hujan es tersebut.

Lebih jauh Teguh menjelaskan, hujan es terjadi karena adanya updraft atau aliran udara naik yang sangat kuat dalam awan cumulonimbus. Updraft kuat mengakibatkan awan tumbuh menjulang tinggi hingga lebih dari 5 Km.

Ketika uap air dari bagian bawah awan tertarik ke atas melewati lapisan titik beku level, maka terjadi pengembunan secara tiba-tiba. Selanjutnya akan terjadi proses pembekuan atau pembentukan es dengan ukuran sangat besar.

“Ukuran es yang sangat besar itu akan jatuh ke bawah awan dan akan meluruh. Nah, saat jatuh ke permukaan bumi, butiran es tidak sepenuhnya mencair. Tetapi masih ada yang membentuk es. Sehingga terjadilah hujan es,” paparnya.

Dia pun memperkirakan, potensi hujan es bisa terjadi lagi. Yaitu di akhir November atau Desember.

”Sebenarnya yang perlu diwaspadai itu akhir November dan Desember secara keseluruhan. Sebab, di bulan-bulan itu sudah memasuki musim hujan. Jadi potensi cuaca ekstrem bakal terjadi,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU