alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Warga Jrebeng Temukan Ular Sanca Seberat 47 Kg

WONOASIH, Radar Bromo – Seekor ular piton seberat 47 kilogram, terlihat menurut di tangan Nanang Santoso, 37. Padahal, ular ini baru sepekan ditemukan warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu. Panjangnya, mencapai sekitar 4,5 meter.

Nanang mengatakan, sekitar sepekan lalu, warga dihebohkan dengan adanya ular sanca kembang di area persawahan. Lantaran dikenal akrab dengan berbagai hewan, Nanang memberanikan diri menangkapnya. Dia dibantu tiga orang.

Setelah tertangkap, Nanang mengaku tertantang untuk menjinakkannya. Meski kerap digigit, Nanang tak jera. Setelah sepekan berlalu, Sabtu (24/7), hewan melata itu terlihat jinak.

“Kalau berat awal saya tidak tahu. Soalnya tidak ditimbang. Setelah hampir sepekan dan mulai jinak, ditimbang beratnya 47 kilogram dengan panjang 4,5 meter,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya, kemarin.

Pria yang juga pembudi daya ikan koi ini mengaku sering digigit oleh ular tanggapannya itu. Beruntung, tidak berbisa. “Biasanya jika digigit, cuman dikasih hansaplas biar darahnya tidak keluar. Apalagi, kan ular jenis ini tidak berbisa, namun bisa meremukan tulang,” jelasnya.

Ular ini masih dirawatnya. Ia mengaku, jika sudah mulai memahami cara menjinakan ular, ular ini akan dilepasliarkan. “Nanti akan dicarikan tempat agar tidak sampai dibunuh orang karena takut atau menginginkan kulitnya,” ujarnya. (rpd/rud)

WONOASIH, Radar Bromo – Seekor ular piton seberat 47 kilogram, terlihat menurut di tangan Nanang Santoso, 37. Padahal, ular ini baru sepekan ditemukan warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu. Panjangnya, mencapai sekitar 4,5 meter.

Nanang mengatakan, sekitar sepekan lalu, warga dihebohkan dengan adanya ular sanca kembang di area persawahan. Lantaran dikenal akrab dengan berbagai hewan, Nanang memberanikan diri menangkapnya. Dia dibantu tiga orang.

Setelah tertangkap, Nanang mengaku tertantang untuk menjinakkannya. Meski kerap digigit, Nanang tak jera. Setelah sepekan berlalu, Sabtu (24/7), hewan melata itu terlihat jinak.

“Kalau berat awal saya tidak tahu. Soalnya tidak ditimbang. Setelah hampir sepekan dan mulai jinak, ditimbang beratnya 47 kilogram dengan panjang 4,5 meter,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya, kemarin.

Pria yang juga pembudi daya ikan koi ini mengaku sering digigit oleh ular tanggapannya itu. Beruntung, tidak berbisa. “Biasanya jika digigit, cuman dikasih hansaplas biar darahnya tidak keluar. Apalagi, kan ular jenis ini tidak berbisa, namun bisa meremukan tulang,” jelasnya.

Ular ini masih dirawatnya. Ia mengaku, jika sudah mulai memahami cara menjinakan ular, ular ini akan dilepasliarkan. “Nanti akan dicarikan tempat agar tidak sampai dibunuh orang karena takut atau menginginkan kulitnya,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/