alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Sembilan Jam Angkut 25 Truk Sampah di Pantai Mayangan

MAYANGAN, Radar Bromo – Sampah yang sempat mengotori Pantai Mayangan di sisi barat dekat permukiman akhirnya dibersihkan. Jumat (24/6), pemkot melakukan pengerukan sampah di sekitar wilayah pesisir dengan menurunkan alat berat berupa backhoe.

Pembersihan dilakukan mulai pukul 05.30. Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan ini seperti Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Bhabinsa hingga Bhabinkamtibmas. Adapula, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP).

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti mengungkapkan, pembersihan Pantai Mayangan ini sebagai upaya mewujudkan kota tanpa kumuh. Apalagi ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membuang sampah ke pantai tersebut. Sampah ini setiap harinya semakin banyak.

Pembuangan sampah secara sengaja ini memang bertujuan untuk menciptakan daratan baru oleh masyarakat. Sehingga usai sampah menumpuk, di atasnya akan diberi tanah. Selanjutnya, tanah urukan ini digunakan sebagai kandang kambing hingga permukiman.

“Saat dilakukan pengerukan, kami sempat menemukan batang bambu yang cukup banyak. Dimungkinkan jika tanah urukan ini jadi, maka bambu ini digunakan untuk mendirikan permukiman itu sendiri,” ungkapnya.

Rini-sapaan akrabnya- menyebut, ke depannya pihak PUPRPKP dan DLH berkomitmen agar kondisi ini tidak terulang kembali. DLH bakal memasang papan larangan membuang sampah di sekitar lokasi. Sementara pihak PUPRPKP akan menyediakan petugas untuk berjaga di tempat itu.

“Jika memang ada yang tertangkap basah, tentu akan diberikan sanksi. Sebab perbuatan ini jelas melanggar UU Lingkungan Hidup. Ini komitmen pemkot agar Kota Probolinggo bersih dan bebas kumuh,” terang Rini.

MAYANGAN, Radar Bromo – Sampah yang sempat mengotori Pantai Mayangan di sisi barat dekat permukiman akhirnya dibersihkan. Jumat (24/6), pemkot melakukan pengerukan sampah di sekitar wilayah pesisir dengan menurunkan alat berat berupa backhoe.

Pembersihan dilakukan mulai pukul 05.30. Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan ini seperti Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Bhabinsa hingga Bhabinkamtibmas. Adapula, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP).

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti mengungkapkan, pembersihan Pantai Mayangan ini sebagai upaya mewujudkan kota tanpa kumuh. Apalagi ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membuang sampah ke pantai tersebut. Sampah ini setiap harinya semakin banyak.

Pembuangan sampah secara sengaja ini memang bertujuan untuk menciptakan daratan baru oleh masyarakat. Sehingga usai sampah menumpuk, di atasnya akan diberi tanah. Selanjutnya, tanah urukan ini digunakan sebagai kandang kambing hingga permukiman.

“Saat dilakukan pengerukan, kami sempat menemukan batang bambu yang cukup banyak. Dimungkinkan jika tanah urukan ini jadi, maka bambu ini digunakan untuk mendirikan permukiman itu sendiri,” ungkapnya.

Rini-sapaan akrabnya- menyebut, ke depannya pihak PUPRPKP dan DLH berkomitmen agar kondisi ini tidak terulang kembali. DLH bakal memasang papan larangan membuang sampah di sekitar lokasi. Sementara pihak PUPRPKP akan menyediakan petugas untuk berjaga di tempat itu.

“Jika memang ada yang tertangkap basah, tentu akan diberikan sanksi. Sebab perbuatan ini jelas melanggar UU Lingkungan Hidup. Ini komitmen pemkot agar Kota Probolinggo bersih dan bebas kumuh,” terang Rini.

MOST READ

BERITA TERBARU

/