alexametrics
23.1 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Rombel Pembelajaran Tatap Muka di Kab Probolinggo Mulai Ditingkatkan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Beberapa lembaga pendidikan formal di Kabupaten Probolinggo, juga melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Kemarin lembaga pendidikan yang sebelumnya tidak masuk pada uji coba PTM pada Maret lalu, mulai melakukan PTM. Selain itu ada peningkatan rombongan belajar (rombel).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Veronica mengatakan, pelaksanaan PTM di lembaga pendidikan sejatinya bisa dilakukan. Asalkan di wilayah pendidikan tersebut tidak ada kasus positif Covid-19.

“Sebelumnya kan sudah dilakukan ujicoba dan hasilnya bagus. Namun jika di wilayah sekolah ditemukan kasus maka sekolah (di wilayah kasus positif Covid-19,red) akan di tutup sementara,” ujarnya, Senin via pesan singkat.

Selain itu, PTM yang dilakukan lembaga pendidikan itu juga telah mengikuti hasil evaluasi yang dilakukan oleh satgas kecamatan. Sementara itu pada teknisnya, rombel yang dilakukan mngalami peningkatan. Sebelumnya, rombel ditetapkan 30 persen, namun ditingkatkan menjadi 50 persen.

“Dari hasil evaluasi sebelumnya yang 30 persen (Rombel,red) karena hasilnya bagus maka di naikan 50 persen saat ini,” ujarnya.

Sementara itu perihal rencana pemerintah pusat yang akan melakukan PTM serentak, Veronica menyebutkan, masih belum ada edaran resmi dari Bupati Probolinggo. “Rencana bulan Juli. Tapi tatap muka serentak masih belum ada surat dari Bupati Probolinggo,” ujarnya.

Sementara itu, siswa di Kabupaten Probolinggo yang mulai uji coba tatap muka, juga terlihat senang. Seperti Ahmad Nadir Musleh 12, salah satu siswa SDN Klampokan, Kecamatan Besuk. “Senang bisa bertemu teman di sekolah. Sebelumnya cuma lewat HP,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Beberapa lembaga pendidikan formal di Kabupaten Probolinggo, juga melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Kemarin lembaga pendidikan yang sebelumnya tidak masuk pada uji coba PTM pada Maret lalu, mulai melakukan PTM. Selain itu ada peningkatan rombongan belajar (rombel).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Veronica mengatakan, pelaksanaan PTM di lembaga pendidikan sejatinya bisa dilakukan. Asalkan di wilayah pendidikan tersebut tidak ada kasus positif Covid-19.

“Sebelumnya kan sudah dilakukan ujicoba dan hasilnya bagus. Namun jika di wilayah sekolah ditemukan kasus maka sekolah (di wilayah kasus positif Covid-19,red) akan di tutup sementara,” ujarnya, Senin via pesan singkat.

Selain itu, PTM yang dilakukan lembaga pendidikan itu juga telah mengikuti hasil evaluasi yang dilakukan oleh satgas kecamatan. Sementara itu pada teknisnya, rombel yang dilakukan mngalami peningkatan. Sebelumnya, rombel ditetapkan 30 persen, namun ditingkatkan menjadi 50 persen.

“Dari hasil evaluasi sebelumnya yang 30 persen (Rombel,red) karena hasilnya bagus maka di naikan 50 persen saat ini,” ujarnya.

Sementara itu perihal rencana pemerintah pusat yang akan melakukan PTM serentak, Veronica menyebutkan, masih belum ada edaran resmi dari Bupati Probolinggo. “Rencana bulan Juli. Tapi tatap muka serentak masih belum ada surat dari Bupati Probolinggo,” ujarnya.

Sementara itu, siswa di Kabupaten Probolinggo yang mulai uji coba tatap muka, juga terlihat senang. Seperti Ahmad Nadir Musleh 12, salah satu siswa SDN Klampokan, Kecamatan Besuk. “Senang bisa bertemu teman di sekolah. Sebelumnya cuma lewat HP,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/