alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Masuk Pancaroba, Tetap Waspada Demam Berdarah

KANIGARAN, Radar Bromo – Musim hujan memang sudah beralih. Tapi masyarakat tetap minta waspada saat pancaroba. Sebab kasus demam berdarah masih mengancam. Apalagi di tahun ini, hingga April lonjakan kasusnya meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni capai 31 kasus.

“Hingga April jumlah total ada 75 kasus,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Proboliggo Nurul Hasanah Hidayati.

Perempuan yang akrab disapa dr Ida menyebutkan, jumlah tersebut dipastikan akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat di tahun 2020 lalu, jumlah kasus atau penderita capai 75. Sementara pada tahun ini di bulan keempat saja jumlahnya sudah setara dengan setahun lalu.

Menurut dr Ida, nyamuk demam berdarah menyerang berkisar pukul 16.00-19.00. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan. Seperti kenakan celana panjang dan baju lengan panjang untuk menutupi kulit. Pasang kelambu atau kasa nyamuk di tempat tidur, terutama untuk bayi. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian bekas pakai karena nyamuk menyukai aroma keringat manusia.

Mengubur barang-barang yang dapat menampung air seperti plastik, ban bekas. Pangkas pohon yang terlalu rimbun, buang semua daun yang berguguran dan sampah yang menumpuk, serta bersihkan kotoran yang menyumbat di talang atap. “Fogging bukan untuk pencegahan. Bahkan terlalu sering dilakukan fogging juga tidak baik. Nyamuk juga akan beradaptasi jika terlalu sering,” pungkasnya. (rpd/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Musim hujan memang sudah beralih. Tapi masyarakat tetap minta waspada saat pancaroba. Sebab kasus demam berdarah masih mengancam. Apalagi di tahun ini, hingga April lonjakan kasusnya meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni capai 31 kasus.

“Hingga April jumlah total ada 75 kasus,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Proboliggo Nurul Hasanah Hidayati.

Perempuan yang akrab disapa dr Ida menyebutkan, jumlah tersebut dipastikan akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat di tahun 2020 lalu, jumlah kasus atau penderita capai 75. Sementara pada tahun ini di bulan keempat saja jumlahnya sudah setara dengan setahun lalu.

Menurut dr Ida, nyamuk demam berdarah menyerang berkisar pukul 16.00-19.00. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan. Seperti kenakan celana panjang dan baju lengan panjang untuk menutupi kulit. Pasang kelambu atau kasa nyamuk di tempat tidur, terutama untuk bayi. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian bekas pakai karena nyamuk menyukai aroma keringat manusia.

Mengubur barang-barang yang dapat menampung air seperti plastik, ban bekas. Pangkas pohon yang terlalu rimbun, buang semua daun yang berguguran dan sampah yang menumpuk, serta bersihkan kotoran yang menyumbat di talang atap. “Fogging bukan untuk pencegahan. Bahkan terlalu sering dilakukan fogging juga tidak baik. Nyamuk juga akan beradaptasi jika terlalu sering,” pungkasnya. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/