alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Satu Warga Mayangan Dideportasi, Dipulangkan dari Malaysia

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga Kota Probolinggo juga ada yang bekerja di luar negeri. Menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun, tidak semuanya lewat jalur resmi. Pada awal tahun ini, seorang TKI ilegal dideportasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kota Probolinggo Muhammad Abbas mengatakan, tahun ini ada satu TKI yang kembali dideportasi. Jumlah ini sama seperti tahun lalu.

“Yang dipulangkan ini warga Kecamatan Mayangan. Alasannya, karena tidak memiliki izin kerja di sana. Ia dipulangkan dari Malaysia,” ujarnya. Tahun kemarin, juga ada TKI yang dipulangkan paksa. Asalnya sama, warga Kecamatan Mayangan.

Abbas menyayangkan masih saja ada warga Kota Probolinggo yang memilih menjadi TKI dari jalur tidak resmi. Kondisi ini tidak baik. Karena mereka rata-rata tidak mempunyai skill dan izin kerja. Ketika ketahuan oleh pemerintah setempat, tentu langsung dideportasi.

Pihaknya berharap warga Kota Probolinggo yang ingin menjadi TKI memilih jalur resmi. Calon TKI juga seharusnya membekali diri dengan kemampuan pada bidang yang dituju. Serta memiliki kemampuan bahasa Inggris.

“Kalau yang jalur resmi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), ada tes wawancara. Dengan jalur resmi ini, mereka lebih terjamin,” ujarnya.

Diketahui, jumlah warga Kota Probolinggo yang tercatat secara resmi bekerja di luar negeri ada 15 orang. Mereka memilih menjadi TKI untuk memperbaiki kondisi perekonomiannya. Negara yang paling banyak diturju adalah Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga Kota Probolinggo juga ada yang bekerja di luar negeri. Menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun, tidak semuanya lewat jalur resmi. Pada awal tahun ini, seorang TKI ilegal dideportasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kota Probolinggo Muhammad Abbas mengatakan, tahun ini ada satu TKI yang kembali dideportasi. Jumlah ini sama seperti tahun lalu.

“Yang dipulangkan ini warga Kecamatan Mayangan. Alasannya, karena tidak memiliki izin kerja di sana. Ia dipulangkan dari Malaysia,” ujarnya. Tahun kemarin, juga ada TKI yang dipulangkan paksa. Asalnya sama, warga Kecamatan Mayangan.

Abbas menyayangkan masih saja ada warga Kota Probolinggo yang memilih menjadi TKI dari jalur tidak resmi. Kondisi ini tidak baik. Karena mereka rata-rata tidak mempunyai skill dan izin kerja. Ketika ketahuan oleh pemerintah setempat, tentu langsung dideportasi.

Pihaknya berharap warga Kota Probolinggo yang ingin menjadi TKI memilih jalur resmi. Calon TKI juga seharusnya membekali diri dengan kemampuan pada bidang yang dituju. Serta memiliki kemampuan bahasa Inggris.

“Kalau yang jalur resmi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), ada tes wawancara. Dengan jalur resmi ini, mereka lebih terjamin,” ujarnya.

Diketahui, jumlah warga Kota Probolinggo yang tercatat secara resmi bekerja di luar negeri ada 15 orang. Mereka memilih menjadi TKI untuk memperbaiki kondisi perekonomiannya. Negara yang paling banyak diturju adalah Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/