alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Bulog Probolinggo Baru Serap Beras Petani 1.527 Ton

KANIGARAN, Radar Bromo – Cabang Bulog Probolinggo menargetkan tahun ini dapat menyerap 27.394 ton setara beras dari petani. Namun, sejauh ini yang terserap baru mencapai 1.527 ton.

“Setara beras ini bisa dijual dalam bentuk gabah maupun dalam bentuk beras. Targetnya minimal 27.394 ton. Sekarang baru terserap 1.527 ton. Masih sedikit, karena masih awal tahun serta belum mencapai puncak panen. Perkiraan menurut keterangan dari dinas pertanian itu pertengahan April puncak panen,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo, Krisna Murtianto.

Target serapan beras ini untuk tiga kerja Bulog Probolinggo. Meliputi, Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Kabupaten Lumajang. “Kalau sekarang ini masih awal panen. Jadi, hanya spot-spot tertentu saja yang mulai panen. Belum merata,” jelasnya.

Krisna menjelaskan, harga gabah dan beras yang diserap dari petani berbeda. Seperti harga beras medium mencapai Rp 8.300 per kilogram, harga gabah giling kering Rp 5.300 per per kilogram, dan harga gabah kering panen Rp 4.200 per kilogram. “Kalau ada petani yang berasnya diserap dengan harga Rp 3750 per kilogram, kemungkinan itu gabah kering panen. Atau gabah yang baru dipanen langsung dijual,” ujarnya.

Harga gabah itu juga dilihat dari kualitasnya. Seperti, untuk gabah kering panen kehampaannya di atas 10 persen dan kadar airnya di atas 25 persen. Maka, harga yang diterima petani di bawah Rp 4.200 per kilogram.

Untuk meningkatkan harga jual gabah, ia menyarankan petani untuk mengeringkannya dulu. “Tapi, untuk saat ini memang sulit, karena sering hujan,” ujarnya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Cabang Bulog Probolinggo menargetkan tahun ini dapat menyerap 27.394 ton setara beras dari petani. Namun, sejauh ini yang terserap baru mencapai 1.527 ton.

“Setara beras ini bisa dijual dalam bentuk gabah maupun dalam bentuk beras. Targetnya minimal 27.394 ton. Sekarang baru terserap 1.527 ton. Masih sedikit, karena masih awal tahun serta belum mencapai puncak panen. Perkiraan menurut keterangan dari dinas pertanian itu pertengahan April puncak panen,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo, Krisna Murtianto.

Target serapan beras ini untuk tiga kerja Bulog Probolinggo. Meliputi, Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Kabupaten Lumajang. “Kalau sekarang ini masih awal panen. Jadi, hanya spot-spot tertentu saja yang mulai panen. Belum merata,” jelasnya.

Krisna menjelaskan, harga gabah dan beras yang diserap dari petani berbeda. Seperti harga beras medium mencapai Rp 8.300 per kilogram, harga gabah giling kering Rp 5.300 per per kilogram, dan harga gabah kering panen Rp 4.200 per kilogram. “Kalau ada petani yang berasnya diserap dengan harga Rp 3750 per kilogram, kemungkinan itu gabah kering panen. Atau gabah yang baru dipanen langsung dijual,” ujarnya.

Harga gabah itu juga dilihat dari kualitasnya. Seperti, untuk gabah kering panen kehampaannya di atas 10 persen dan kadar airnya di atas 25 persen. Maka, harga yang diterima petani di bawah Rp 4.200 per kilogram.

Untuk meningkatkan harga jual gabah, ia menyarankan petani untuk mengeringkannya dulu. “Tapi, untuk saat ini memang sulit, karena sering hujan,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/