alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Estimasi Perbaikan Pipa PDAM di Pulau Gili Telan Rp 300 Juta

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo akhirnya berhasil menyelesaikan perbaikan pipa air ke Pulau Gili Ketapang. Diperkirakan, estimasi biaya perbaikan dan penanganannya selama pipa saluran air rusak, mencapai sekitar Rp 300 juta.

Setelah dibenahi, tugas PDAM belum selesai. Badan Usaha Milik Daeah (BUMD) tersebut kini juga tengah menyiapkan rambu-rambu di sepanjang pipa saluran air PDAM tersebut. Supaya, tidak terjadi kembali kerusakan pada pipa saluran air PDAM ke pulau Gili Ketapang tersebut. Meskipun, rambu-rambu yang mengapung di permukaan laut atas pipa PDAM itu kerap hilang atau rusak.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersykur air bersih sudah bisa mengalir kembali ke Gili Ketapang. Petugas berhasil menyambung pipa PDAM yang terpotong tersebut.

Hanya saja saat ini untuk di dataran tinggi pulau Gili, aliran air masih belum maksimal atau normal. Karena, saat ini masih terkendala aliran listrik yang sering padam. Sehingga, mesim pompa pendorong air PDAM yang ada di Ronggojalu Leces, terganggu dan sering mati. Diperkirakan bisa kembali normal secara menyeluruh, sekitar seminggu ke depan.

”Untuk dataran paling tinggi RT 18 itu belum normal. Karena tekanan air masih ada pengaruh dari pompa pendorong yang sering mati,” kata pria yang pernah menjadi ketua KPU Kabupaten Probolinggo itu.

Saat ini, dikatakan Gandhi, sudah tidak ada pengerjaan terkait saluran air PADM ke Gili Ketapang. Tetapi, petugas hanya melakukan pemantauan. Sambil menyiapkan rambu-rambu di sepanjang pipa air PDAM ke Gili Ketapang.

Sejatinya rambu-rambu tersebut bukanlah hal baru karena pernah dilakukan pemasangan. Namun setiap kali dipasang rambu, sering kali rambu-rambu yang mengapung di permukaan laut itu hilang atau rusak.

”Perkiraan sekitar 10 sampai 20 titik rambu untuk dipasang sepanjang pipa PDAM ke Gili Ketapang,” terangnya.

Ditanya soal biaya yang dihabiskan untuk perbaikan pipa PDAM terpotong itu? Gandhi mengaku belum menghitung secara menyeluruh. Namun, estimasi biaya yang dihabiskan bisa sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Semua biaya yang dikeluarkan selama perbaikan itu, murni swadaya PDAM. Sehingga, pihaknya memstikan memastikan perbaikan pipa itu tak memungut biaya ke pelanggan. Sebab, perbaikan itu ditanggung swadaya.

”Memang untuk perbaikan dan penyambungan pipa ini membengkak. Estimasinya biaya yang dihabiskan sekitar 200 sampai 300 juta. Tapi kami masih belum hitung rilnya habis berapa,” ungkapnya.

Besarnya biaya perbaikan dikatakan Gandhi, akibat kendala di lapangan tidak sesuai dengan perkiraan awal. Mulai hanya menyambungkan satu titik menjadi tiga titik. Hingga opsi penambahan 100 meter pipa karena pipa awal tergeser dari tempat semula.

”Selama perbaikan itu, truk tangki ukuran 5 ribu leter terus kami disiagakan di dermaga Pelabuhan Probolinggo untuk men-dropping air bersih kepada warga Gili dengan menggunakan kapal,” paparnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo akhirnya berhasil menyelesaikan perbaikan pipa air ke Pulau Gili Ketapang. Diperkirakan, estimasi biaya perbaikan dan penanganannya selama pipa saluran air rusak, mencapai sekitar Rp 300 juta.

Setelah dibenahi, tugas PDAM belum selesai. Badan Usaha Milik Daeah (BUMD) tersebut kini juga tengah menyiapkan rambu-rambu di sepanjang pipa saluran air PDAM tersebut. Supaya, tidak terjadi kembali kerusakan pada pipa saluran air PDAM ke pulau Gili Ketapang tersebut. Meskipun, rambu-rambu yang mengapung di permukaan laut atas pipa PDAM itu kerap hilang atau rusak.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersykur air bersih sudah bisa mengalir kembali ke Gili Ketapang. Petugas berhasil menyambung pipa PDAM yang terpotong tersebut.

Mobile_AP_Half Page

Hanya saja saat ini untuk di dataran tinggi pulau Gili, aliran air masih belum maksimal atau normal. Karena, saat ini masih terkendala aliran listrik yang sering padam. Sehingga, mesim pompa pendorong air PDAM yang ada di Ronggojalu Leces, terganggu dan sering mati. Diperkirakan bisa kembali normal secara menyeluruh, sekitar seminggu ke depan.

”Untuk dataran paling tinggi RT 18 itu belum normal. Karena tekanan air masih ada pengaruh dari pompa pendorong yang sering mati,” kata pria yang pernah menjadi ketua KPU Kabupaten Probolinggo itu.

Saat ini, dikatakan Gandhi, sudah tidak ada pengerjaan terkait saluran air PADM ke Gili Ketapang. Tetapi, petugas hanya melakukan pemantauan. Sambil menyiapkan rambu-rambu di sepanjang pipa air PDAM ke Gili Ketapang.

Sejatinya rambu-rambu tersebut bukanlah hal baru karena pernah dilakukan pemasangan. Namun setiap kali dipasang rambu, sering kali rambu-rambu yang mengapung di permukaan laut itu hilang atau rusak.

”Perkiraan sekitar 10 sampai 20 titik rambu untuk dipasang sepanjang pipa PDAM ke Gili Ketapang,” terangnya.

Ditanya soal biaya yang dihabiskan untuk perbaikan pipa PDAM terpotong itu? Gandhi mengaku belum menghitung secara menyeluruh. Namun, estimasi biaya yang dihabiskan bisa sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Semua biaya yang dikeluarkan selama perbaikan itu, murni swadaya PDAM. Sehingga, pihaknya memstikan memastikan perbaikan pipa itu tak memungut biaya ke pelanggan. Sebab, perbaikan itu ditanggung swadaya.

”Memang untuk perbaikan dan penyambungan pipa ini membengkak. Estimasinya biaya yang dihabiskan sekitar 200 sampai 300 juta. Tapi kami masih belum hitung rilnya habis berapa,” ungkapnya.

Besarnya biaya perbaikan dikatakan Gandhi, akibat kendala di lapangan tidak sesuai dengan perkiraan awal. Mulai hanya menyambungkan satu titik menjadi tiga titik. Hingga opsi penambahan 100 meter pipa karena pipa awal tergeser dari tempat semula.

”Selama perbaikan itu, truk tangki ukuran 5 ribu leter terus kami disiagakan di dermaga Pelabuhan Probolinggo untuk men-dropping air bersih kepada warga Gili dengan menggunakan kapal,” paparnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2