alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Arumi Bachsin Monitor Posyandu di Sumurdalam Besuk Kab Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin memonitor pelaksanaan Posyandu di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko dan Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.

—————

PELAKSANAAN Posyandu di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, terasa berbeda, Rabu (24/2). Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin ikut menghadiri pelaksanaan Posyandu. Arumi berkunjung ke Posyandu Anggrek, itu untuk melihat langsung pelaksanaan Posyandu Ibu, Bayi, dan Balita.

Dalam kegiatan itu, Arumi bersama Wabup Timbul dan Hj. Nunung juga meninjau alur pelayanan Posyandu. Mulai pendaftaran, penimbangan, pencatatan hasil penimbangan, dan penyuluhan tentang kesehatan. Serta, meninjau pelaksanaan imunisasi, pemberian vitamin A, hingga pemberian makanan tambahan (PMT).

Kegiatan yang mengambil tema Bulan Timbang, itu diikuti sejumlah sasaran. Termasuk para kader Posyandu. Ada 40 sasaran balita yang mengikutinya. Namun pelaksanaan Posyandu dilakukan bertahap. Yakni, setiap 30 menit untuk 7 balita sasaran. Dalam kegiatan itu juga diikuti 5 ibu hamil, seorang ibu nifas, dan 12 orang ibu menyusui.

PENDAFTARAN: Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin meninjau alur pelaksanaan Posyandu di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk. Salah satunya pencatatan hasil penimbangan. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kab. Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Arumi mengatakan, Posyandu merupakan pintu pertama kesehatan. Sementara, balita merupakan pintu pertama dalam menjaga kualitas sumber daya manusia ke depan. Melalui Posyandu, perkembangan balita bisa dipantau, termasuk ibu hamil.

“Melalui Posyandu, semuanya bisa dipantau. Termasuk dalam hal pemenuhan gizi. Kekurangan gizi pada balita akan menyebabkan risiko stunting dan masalah pertumbuhan anak. Pertumbuhan itu baik fisik, mental, dan kecerdasan,” katanya.

SEMANGAT: Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin menyapa balita dan ibu balita dalam pelaksanaan Posyandu Anggrek di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, kemarin. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kab. Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, permasalahan gizi juga harus menjadi perhatian para orang tua, selain dukungan dari pemerintah melalui programnya. Salah satunya melalui Posyandu. Dengan adanya kebersamaan itu, masalah gizi buruk, baik itu kepada balita maupun ibu hamil bisa diatasi bersama.

“Seperti diketahui pada Bulan Februari dan Agustus, ada bulan timbang. Harapannya, melalui bulan timbang ini bisa melayani dan memantau balita-balita, sehingga tidak sampai kecolongan dalam permasalahan gizi dan pertumbuhan,” katanya.

SAMBUTAN: Wakil Bupati Probolinggo Drs. H.A Timbul Prihanjoko memberikan sambutan dalam kegiatan Monitoring Pelaksanaan Posyandu Ibu, Bayi, dan Balita, di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, kemarin. (Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)

Wabup H.A Timbul Prihanjoko mengatakan, meski di masa pandemi, kegiatan Posyandu di Kabupaten Probolinggo tetap dilakukan. Pelaksanaannya juga tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tingkat kehadiran pada 2019 dalam kegiatan Posyandu sebesar 87,8 persen atau 86.225 balita. Kemudian, pada masa pandemi pada 2020, tingkat kehadiran balita menurun menjadi 76,3 persen atau 66.085 balita,” katanya.

Untuk pravelansi stunting menurun 0,23 persen dari 16,37 persen pada 2019. Sehingga, tahun ini pravelansi stunting menjadi 16,14 persen berdasarkan data bulan timbang pada Agustus lalu. “Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan dari Ibu Arumi, bisa memotivasi kami dan kader Posyandu untuk semakin semangat mengabdi dalam hal kesehatan,” ujarnya. (uno/adv)

Mobile_AP_Rectangle 1

Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin memonitor pelaksanaan Posyandu di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko dan Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.

—————

PELAKSANAAN Posyandu di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, terasa berbeda, Rabu (24/2). Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin ikut menghadiri pelaksanaan Posyandu. Arumi berkunjung ke Posyandu Anggrek, itu untuk melihat langsung pelaksanaan Posyandu Ibu, Bayi, dan Balita.

Mobile_AP_Half Page

Dalam kegiatan itu, Arumi bersama Wabup Timbul dan Hj. Nunung juga meninjau alur pelayanan Posyandu. Mulai pendaftaran, penimbangan, pencatatan hasil penimbangan, dan penyuluhan tentang kesehatan. Serta, meninjau pelaksanaan imunisasi, pemberian vitamin A, hingga pemberian makanan tambahan (PMT).

Kegiatan yang mengambil tema Bulan Timbang, itu diikuti sejumlah sasaran. Termasuk para kader Posyandu. Ada 40 sasaran balita yang mengikutinya. Namun pelaksanaan Posyandu dilakukan bertahap. Yakni, setiap 30 menit untuk 7 balita sasaran. Dalam kegiatan itu juga diikuti 5 ibu hamil, seorang ibu nifas, dan 12 orang ibu menyusui.

PENDAFTARAN: Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin meninjau alur pelaksanaan Posyandu di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk. Salah satunya pencatatan hasil penimbangan. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kab. Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Arumi mengatakan, Posyandu merupakan pintu pertama kesehatan. Sementara, balita merupakan pintu pertama dalam menjaga kualitas sumber daya manusia ke depan. Melalui Posyandu, perkembangan balita bisa dipantau, termasuk ibu hamil.

“Melalui Posyandu, semuanya bisa dipantau. Termasuk dalam hal pemenuhan gizi. Kekurangan gizi pada balita akan menyebabkan risiko stunting dan masalah pertumbuhan anak. Pertumbuhan itu baik fisik, mental, dan kecerdasan,” katanya.

SEMANGAT: Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin menyapa balita dan ibu balita dalam pelaksanaan Posyandu Anggrek di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, kemarin. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kab. Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, permasalahan gizi juga harus menjadi perhatian para orang tua, selain dukungan dari pemerintah melalui programnya. Salah satunya melalui Posyandu. Dengan adanya kebersamaan itu, masalah gizi buruk, baik itu kepada balita maupun ibu hamil bisa diatasi bersama.

“Seperti diketahui pada Bulan Februari dan Agustus, ada bulan timbang. Harapannya, melalui bulan timbang ini bisa melayani dan memantau balita-balita, sehingga tidak sampai kecolongan dalam permasalahan gizi dan pertumbuhan,” katanya.

SAMBUTAN: Wakil Bupati Probolinggo Drs. H.A Timbul Prihanjoko memberikan sambutan dalam kegiatan Monitoring Pelaksanaan Posyandu Ibu, Bayi, dan Balita, di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, kemarin. (Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)

Wabup H.A Timbul Prihanjoko mengatakan, meski di masa pandemi, kegiatan Posyandu di Kabupaten Probolinggo tetap dilakukan. Pelaksanaannya juga tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tingkat kehadiran pada 2019 dalam kegiatan Posyandu sebesar 87,8 persen atau 86.225 balita. Kemudian, pada masa pandemi pada 2020, tingkat kehadiran balita menurun menjadi 76,3 persen atau 66.085 balita,” katanya.

Untuk pravelansi stunting menurun 0,23 persen dari 16,37 persen pada 2019. Sehingga, tahun ini pravelansi stunting menjadi 16,14 persen berdasarkan data bulan timbang pada Agustus lalu. “Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan dari Ibu Arumi, bisa memotivasi kami dan kader Posyandu untuk semakin semangat mengabdi dalam hal kesehatan,” ujarnya. (uno/adv)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2