alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Kontraktor Kesulitan Atasi Gulma di Alun-alun Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Perawatan Alun-alun Kota Probolinggo yang dilakukan kontraktor menemui kendala. Dengan area yang luas, pengelola mengaku kesulitan mengatasi gulma.

“Inisiatif kami untuk melakukan treatment dengan obat antigulma, namun ternyata masih tumbuh tanaman liar ini. Saya tanya ke Pak Yoyok (Plt Kepala Dispertahankan), katanya tidak ada obat untuk mengatasi gulma. Harus dicabut satu per satu,” ujar Pelaksana Pekerjaan Perawatan Alun-alun Kota Probolinggo Kurnia.

Selain itu, meski dalam masa perawatan, warga masih bisa keluar masuk alun-alun dengan mudah. Bahkan, kerap ditemukan sampah yang ditingggalkan warga. “Kami mengusulkan kepada PPTK agar dibantu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga untuk perawatan,” ujarnya.

Namun, PPTK Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Rahman Kurniadi mengatakan, dalam masa perawatan, alun-alun tidak bisa ditangani DLH. Karena masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. “Belum bisa dirawat DLH karena belum diserahkan,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto meminta Dinas PUPR-Perkim bertindak tegas. Jika alun-alun sudah mulai dibuka untuk umum, sekalian dibuka. “Jangan setengah-setengah, jika ditutup, ya ditutup sekalian. Meski masih dalam perawatan, masyarakat masih mudah masuk ke area alun-alun. Terbukti dengan adanya sampah dari kegiatan masyarakat di dalam alun-alun,” ujarnya.

Mengenai usulan melibatkan DLH dalam perawatan alun-alun, Agus menilai hal itu tidak bisa dilakukan. Mengingat, belum ada pelimpahan alun-alun ke DLH. “Jadi, itu memang tanggung jawab kontraktor,” ujarnya. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Perawatan Alun-alun Kota Probolinggo yang dilakukan kontraktor menemui kendala. Dengan area yang luas, pengelola mengaku kesulitan mengatasi gulma.

“Inisiatif kami untuk melakukan treatment dengan obat antigulma, namun ternyata masih tumbuh tanaman liar ini. Saya tanya ke Pak Yoyok (Plt Kepala Dispertahankan), katanya tidak ada obat untuk mengatasi gulma. Harus dicabut satu per satu,” ujar Pelaksana Pekerjaan Perawatan Alun-alun Kota Probolinggo Kurnia.

Selain itu, meski dalam masa perawatan, warga masih bisa keluar masuk alun-alun dengan mudah. Bahkan, kerap ditemukan sampah yang ditingggalkan warga. “Kami mengusulkan kepada PPTK agar dibantu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga untuk perawatan,” ujarnya.

Namun, PPTK Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Rahman Kurniadi mengatakan, dalam masa perawatan, alun-alun tidak bisa ditangani DLH. Karena masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. “Belum bisa dirawat DLH karena belum diserahkan,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto meminta Dinas PUPR-Perkim bertindak tegas. Jika alun-alun sudah mulai dibuka untuk umum, sekalian dibuka. “Jangan setengah-setengah, jika ditutup, ya ditutup sekalian. Meski masih dalam perawatan, masyarakat masih mudah masuk ke area alun-alun. Terbukti dengan adanya sampah dari kegiatan masyarakat di dalam alun-alun,” ujarnya.

Mengenai usulan melibatkan DLH dalam perawatan alun-alun, Agus menilai hal itu tidak bisa dilakukan. Mengingat, belum ada pelimpahan alun-alun ke DLH. “Jadi, itu memang tanggung jawab kontraktor,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/