alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

18 Pasutri Ikuti Isbat Nikah Masal Dinsos Kota Probolinggo

Isbat nikah menjadi salah satu program kerja Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo. Senin (16/12), 18 pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Probolinggo mengikuti program ini. Kini, pasutri yang sebelumnya hanya menikah siri itu sudah sah di mata negara.

———————

Sejumlah 18 pasutri siri mendatangi Aula Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (16/12). Mereka datang dengan niat sama, mendapatkan pengakuan atas perkawinannya di mata hukum negara.

Belasan pasutri ini merupakan peserta program isbat nikah Dinsos Kota Probolinggo. Dalam acara yang dikemas dengan Tasyakuran Isbat Nikah Masal, itu juga dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Di antaranya ada Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Paeni. Anggota Forkorpimda Kota Probolinggo, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, kepala dinas, kantor, badan, dan bagian di lingkungan Pemkot Probolinggo.

AYAT SUCI: Tasyakuran Isbat Nikah Masal oleh Dinsos Kota Probolinggo diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran.

 

Kepala Pengadilan Agama Kota Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Pengurus TP PKK Kota Probolinggo Pokja 1, juga hadir. Begitu juga dengan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Probolinggo, camat, lurah, dan mudin se-Kota Probolinggo.

Kemudian, ada para saksi pernikahan peserta isbat nikah masal, pencatat akta nikah kelurahan, kepala KUA se-Kota Probolinggo, hingga mitra Dinsos Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, Paeni mengaku ikut senang dengan digelarnya isbat nikah masal ini.

KENANG-KENANGAN: Usai penyerahan secara simbolis, Staf Ahli Wali Kota Probolinggo Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Paeni didampingi Kepala Dinsos Kota Probolinggo Zainullah berfoto bersama peserta isbat nikah masal dan Anggota Forkopimda.

 

“Mulai hari ini seluruh pasutri yang mengikuti isbat nikah masal ini bisa hidup dengan tenang dalam membangun rumah tangga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Mengapa? Sebab, mulai detik ini pernikahan bapak-ibu sekalian bukan hanya sah di mata agama, tapi juga sah di mata negara,” ujarnya.

Pria yang juga Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo ini mengingatkan begitu pentingnya menyimpan dengan baik bukti pernikahan sah. Akta nikah yang dimiliki pasutri isbat sebagai dokumen kependudukan yang tak ternilai. Ia juga mengajak pasutri isbat nikah segera meng-update perubahan status di e-KTP, mengurus kartu keluarga (KK), dan dokumen kependudukan lainnya.

BELASAN PASUTRI: Tasyakuran Isbat Nikah Masal yang digelar Dinsos Kota Probolinggo di Aula Kantor Kelurahan Mangunharjo, Kota Probolinggo, diikuti 18 pasutri dari 46 pasutri yang mendaftar.

 

“Kalau perlu segala dokumentasi kependudukan yang dimiliki bapak-ibu direstorasi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo, gratis. Biar awet dan tidak mudah rusak, bahkan umur manfaatnya bisa mencapai 100 tahun,” ujar Paeni. Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat Kota Probolinggo agar sadar dan memahami betapa pentingnya suatu pernikahan sesuai aturan negara.

Kepala Dinsos Kota Probolinggo Drs. Zainullah, M.M. menyebutkan, program isbat nikah masal ini merupakan salah satu program Pemkot Probolinggo melalui Dinsos. Sebab, di Kota Probolinggo masih banyak warga yang melangsungkan pernikahan di bawah tangan.

“Kami berharap digelarnya isbat nikah masal Dinsos Kota Probolinggo ini bisa mengurangi jumlah pernikahan siri yang tercatat di kantor KUA. Serta, dapat mengurangi beban pasangan yang belum memiliki akta nikah,” ujarnya.

LAPORAN: Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Probolinggo Noor Aly, S.H., M.M. menyampaikan laporannya.

 

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Probolinggo Noor Aly, S.H., M.M. mengatakan, sebenarnya target isbat nikah masal ini untuk 60 pasutri. Namun yang mendaftar hanya 46 pasutri. Setelah dilakukan seleksi administrasi awal jadi 30 pasutri dan menyusut lagi menjadi 27 pasangan.

TASYAKURAN: Staf Ahli Wali Kota Probolinggo Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Paeni mewakili Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin membuka Tasyakuran Isbat Nikah Masal yang digelar Dinsos Kota Probolinggo, Senin (16/12).

 

“Setelah dilakukan validasi faktual oleh Pengadilan Agama, Pengadilan Agama menetapkan 18 pasutri ini yang berhak mendapat akta nikah gratis dari Pemkot. Barulah KUA menindaklanjuti dengan isbat nikah masal hingga menerbitkan akta nikah yang sah bagi 18 pasutri ini,” jelasnya.

Usai mendapatkan akta nikah, 18 pasutri ini bisa melakukan foto bersama keluarga yang mendampingi. Di lokasi, Dinsos juga menyediakan photo both ala pengantin anyar lengkap dengan kursinya. (*/el)

Isbat nikah menjadi salah satu program kerja Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo. Senin (16/12), 18 pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Probolinggo mengikuti program ini. Kini, pasutri yang sebelumnya hanya menikah siri itu sudah sah di mata negara.

———————

Sejumlah 18 pasutri siri mendatangi Aula Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (16/12). Mereka datang dengan niat sama, mendapatkan pengakuan atas perkawinannya di mata hukum negara.

Belasan pasutri ini merupakan peserta program isbat nikah Dinsos Kota Probolinggo. Dalam acara yang dikemas dengan Tasyakuran Isbat Nikah Masal, itu juga dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Di antaranya ada Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Paeni. Anggota Forkorpimda Kota Probolinggo, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, kepala dinas, kantor, badan, dan bagian di lingkungan Pemkot Probolinggo.

AYAT SUCI: Tasyakuran Isbat Nikah Masal oleh Dinsos Kota Probolinggo diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran.

 

Kepala Pengadilan Agama Kota Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Pengurus TP PKK Kota Probolinggo Pokja 1, juga hadir. Begitu juga dengan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Probolinggo, camat, lurah, dan mudin se-Kota Probolinggo.

Kemudian, ada para saksi pernikahan peserta isbat nikah masal, pencatat akta nikah kelurahan, kepala KUA se-Kota Probolinggo, hingga mitra Dinsos Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, Paeni mengaku ikut senang dengan digelarnya isbat nikah masal ini.

KENANG-KENANGAN: Usai penyerahan secara simbolis, Staf Ahli Wali Kota Probolinggo Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Paeni didampingi Kepala Dinsos Kota Probolinggo Zainullah berfoto bersama peserta isbat nikah masal dan Anggota Forkopimda.

 

“Mulai hari ini seluruh pasutri yang mengikuti isbat nikah masal ini bisa hidup dengan tenang dalam membangun rumah tangga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Mengapa? Sebab, mulai detik ini pernikahan bapak-ibu sekalian bukan hanya sah di mata agama, tapi juga sah di mata negara,” ujarnya.

Pria yang juga Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo ini mengingatkan begitu pentingnya menyimpan dengan baik bukti pernikahan sah. Akta nikah yang dimiliki pasutri isbat sebagai dokumen kependudukan yang tak ternilai. Ia juga mengajak pasutri isbat nikah segera meng-update perubahan status di e-KTP, mengurus kartu keluarga (KK), dan dokumen kependudukan lainnya.

BELASAN PASUTRI: Tasyakuran Isbat Nikah Masal yang digelar Dinsos Kota Probolinggo di Aula Kantor Kelurahan Mangunharjo, Kota Probolinggo, diikuti 18 pasutri dari 46 pasutri yang mendaftar.

 

“Kalau perlu segala dokumentasi kependudukan yang dimiliki bapak-ibu direstorasi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo, gratis. Biar awet dan tidak mudah rusak, bahkan umur manfaatnya bisa mencapai 100 tahun,” ujar Paeni. Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat Kota Probolinggo agar sadar dan memahami betapa pentingnya suatu pernikahan sesuai aturan negara.

Kepala Dinsos Kota Probolinggo Drs. Zainullah, M.M. menyebutkan, program isbat nikah masal ini merupakan salah satu program Pemkot Probolinggo melalui Dinsos. Sebab, di Kota Probolinggo masih banyak warga yang melangsungkan pernikahan di bawah tangan.

“Kami berharap digelarnya isbat nikah masal Dinsos Kota Probolinggo ini bisa mengurangi jumlah pernikahan siri yang tercatat di kantor KUA. Serta, dapat mengurangi beban pasangan yang belum memiliki akta nikah,” ujarnya.

LAPORAN: Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Probolinggo Noor Aly, S.H., M.M. menyampaikan laporannya.

 

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Probolinggo Noor Aly, S.H., M.M. mengatakan, sebenarnya target isbat nikah masal ini untuk 60 pasutri. Namun yang mendaftar hanya 46 pasutri. Setelah dilakukan seleksi administrasi awal jadi 30 pasutri dan menyusut lagi menjadi 27 pasangan.

TASYAKURAN: Staf Ahli Wali Kota Probolinggo Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Drs. Paeni mewakili Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin membuka Tasyakuran Isbat Nikah Masal yang digelar Dinsos Kota Probolinggo, Senin (16/12).

 

“Setelah dilakukan validasi faktual oleh Pengadilan Agama, Pengadilan Agama menetapkan 18 pasutri ini yang berhak mendapat akta nikah gratis dari Pemkot. Barulah KUA menindaklanjuti dengan isbat nikah masal hingga menerbitkan akta nikah yang sah bagi 18 pasutri ini,” jelasnya.

Usai mendapatkan akta nikah, 18 pasutri ini bisa melakukan foto bersama keluarga yang mendampingi. Di lokasi, Dinsos juga menyediakan photo both ala pengantin anyar lengkap dengan kursinya. (*/el)

MOST READ

BERITA TERBARU

/