alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Nasabah Lurug Kantor Bumiputera, Tagih soal Ini

KANIGARAN, Radar Bromo – Sekitar 10 nasabah asuransi Senin (23/11) ngelurug kantor Asuransi Bumiputera yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sukabumi. Mereka datang untuk mempertanyakan klaim polis asuransi mereka yang tidak segera dicairkan.

Salah satu di antara nasabah yang nglurug adalah Nurul Aini, warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu. Dia mengaku, sebenarnya sejak 1 tahun lalu telah mengajukan proses memberhentikan kontrak asuransi. Namun oleh pihak Bumiputera ditolak.

“Sejak mendengar Bumiputera bermasalah, saya sudah mengajukan memberhentikan kontrak asuransi, namun ditolak. Sekarang ini mau mengajukan lagi dan menarik premi yang telah dibayarkan, meskipun tidak bisa semuanya,” ujarnya.

Ada 2 program asuransi yang diikuti Aini yaitu Asuransi Beasiswa dan Asuransi Mitra Cerdas. Premi yang telah dibayarkan mencapai Rp 60 juta. Kontraknya 7 tahun.

“Tapi karena situasi Bumiputera yang tidak jelas, makanya mau saya tutup polis (mengakhiri kontrak),” terangnya.

TEMUI MANAJEMEN: Nasabah saat bertemu manajamen Bumiputera. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Selain Aini, ada juga Untung, warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Dia sebenarnya sudah berakhir masa kontrak asuransi dan berhak mendapatkan klaim seperti yang telah dibayarkan.

“Sejak Maret sampai saat ini tidak ada pembayaran klaim. Saya coba tanya pada agen yang membantu saya di Bumiputera, ya sama saja,” ujarnya.

Eric Shandy Admadinata, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton juga sama. Dia telah menutup polisi asuransi sejak tahun 2017. Namun sampai tahun 2020 ini uang asuransinya tidak segera dibayarkan.

“Total uang saya di Bumiputera ini mencapai Rp 11.102.853. Kami terus-terusan hanya mendapat janji-janji saja dari pihak asuransi, tapi tidak ada kepastian akan dicairkan polis itu,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai langkah upaya hukum untuk menempuh masalah pencairan polis ini, Eric mengungkapkan bahwa ada rencana untuk membuat laporan ke polisi. “Tapi sebelum itu kami akan berkonsultasi dulu ke pihak kepolisian. Pasalnya asuransi Bumiputera ini sifatnya mutual. Artinya pemilik polis ini dianggap sebagai pemilik Bumiputera juga. Khawatirnya justru kami yang akan disalahkan,” ujarnya.

Sementara itu Kuri Zunaidi, kepala Cabang asuransi Bumiputera Probolinggo, tidak bisa berkomentar banyak terkait pengaduan dari nasabah tersebut. Hal ini karena pihak cabang Probolinggo hanya bisa menerima pengaduan dari nasabah di daerah.

“Sedangkan masalah pencairan klaim ini adalah kewenangan Bumiputera di Jakarta. Kami terbuka menerima pengaduan dari nasabah, tapi kembali lagi soal pencairan polis, tergantung pada Bumiputera pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU