Juri MBS Telisik Pembelajaran di Masa Pandemi

PELAKSANAAN pembelajaran di masa pandemi menjadi salah satu poin penilaian dewan juri dalam Penganugerahan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Sebab, di masa pendemi proses belajar mengajar harus tetap berjalan dan harus dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring).

Di hari kedua kemarin, juri MBS tingkat sekolah dasar menyasar dua lembaga. Yakni, SDN Tisnonegaran 1 dan SDK Mater Dei. Salah seorang juri Achmad Philip mengatakan, dalam visitasi lebih mengarah pada persiapan pelaksanaan pembelajaran di era pandemi. Apakah sesuai arahan kementerian atau belum.

Selain itu, kata Philip, untuk mempertajam proses penilaian, setiap juri menangani setiap dokumen. Seperti, Kasiadi yang fokus dalam penilaian RKS dan Agus Windarti fokus pada KTSP. Wiwik Agustin, fokus pada penilaian pembelajaran, sedangkan dirinya fokus pada Silabus dan RPP.

“Jadi, pada intinya visitasi tahap dua ini fokus pada pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Nah itu kan beragam. Ada daring, luring, dan sebagainya. Apakah hal tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan Kementerian Pendidikan atau tidak,” ujarnya.

Mengenai hal yang menonjol di SDN Tisnonegaran 1, Philip enggan mengungkapkannya. Katanya, setiap sekolah memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing. “Kalau masalah itu setiap sekolah punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Nantinya akan kami diskusikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepala SDN Tisnonegaran 1 Catur Maharani mengaku optimistis sekolahnya bisa lolos dalam tahapan visitasi ini. Mengingat, sejauh ini tidak ada kendala khusus dalam pelaksanaannya. “Selanjutnya menjadi bahan evaluasi program serta yang terakhir sebagai aktualisasi sekolah,” ujarnya. (rpd/adv)