Aturan Tegas, Peserta Lomba Mancing Bromo Fishing Puas

KADEMANGAN – Dua lele master berhasil diangkat dalam lomba mancing di kolam pancing Bromo Fishing yang digelar Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (23/9). Sayangnya, panitia menegaskan itu tidak sah.

Alasan panitia, kail yang menyangkut di dua ikan master tersebut, tidak mengait dari dalam mulut. Melainkan dari luar ke dalam. Sementara panitia mensyaratkan, kail harus mengait dari dalam mulut.

“Karena tidak sesuai persyaratan yang kami tentukan, maka ini tidak sah,” terang Giyanto, ketua panitia lomba mancing Bromo Fishing.

Lomba sendiri berjalan meriah, seperti lomba sebelumnya. Sebanyak 114 lapak yang disediakan, terisi penuh oleh angler yang sudah tidak sabar untuk bergelut dengan ikan lele. Mereka sudah bersiap-siap saat ikan hendak dijok ke kolam.

Begitu ikan dijok, para peserta langsung melemparkan kail ke kolam. Dan, satu persatu mereka mengangkat ikan.

Satu peserta yang berada di lapak sebelah selatan berhasil mengangkat ikan besar. Ikan itu sejatinya akan menjadi juara. Sayang, saat ditunjukan kepada panitia, ternyata kail tidak sah.

Bukan hanya itu, dari lapak utara juga terjadi hal seruupa. Saat detik-detik terakhir, seorang pemancing dari lapak utara berhasil mengangkat ikan dengan bobot 3 kilogram lebih. Namun, lagi-lagi belum beruntung. Sebab, kail mengait dengan tidak sah.

Malam itu, juara pertama akhirnya diraih lapak 27 atas nama Yos Pelangi dengan berat ikan 2,720 kilogram. Juara II, lapak 77 atas nama Yos Pelangi, berat ikan 2,283 kilogram. Juara III, lapak 25 atas nama Aries dengan berat ikan 2,283 kilogram.

Lalu, juara keempat diraih lapak 95 atas nama Dila dengan berat ikan 2,131 kilogram. Dan, juara keempat yakni lapak 37 atas nama Baim dengan berat ikan 2.048 kilogram.

“Saya sangat senang bisa menang. Ini kemenangan saya yang ke empat kalinya. Empat kali menang itu, saya berada di urutan satu, dua, satu, dua,” ujar Nur Hadi, warga Lumajang, juara pertama tim Yos Pelangi.

Menurut Nur, hadiah dari perlombaan ini dibagi bersama rekan satu timnya. Namun, pembagian yang dilakukan hanya sebatas pembalian rokok pada para rekannya. Sedangkan sisanya yakni untuk keperluan rumah tangganya.

“Saya bagi sama teman-teman satu tim ini. Memang jika ada yang menang di tim kami, selalu dibagi berupa rokok. Sisanya ya untuk keluarga nanti di rumah,“ terangnya.

Nur sendiri mengaku puas dengan pemancingan di kolam Bromo Fishing. Menurutnya, di Probolinggo dia paling puas mancing di kolam pancing Jawa Pos Radar Bromo. “Sangat puas, kolamnya besar soalnya. Dan, hadiahnya juga besar,” tuturnya. (sid/hn/mie)