alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Dewan Soroti Pertumbuhan Ekonomi di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo- Pengendalian angka positif Covid-19 dan peningkatan ekonomi di Kota Probolinggo masih menjadi sorotan DPRD. Terutama dalam penggunaan anggaran tahun 2021.

Sorotan ini tertuang dalam Pandangan Umum Fraksi PPP DPRD Kota Probolinggo terhadap Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Wali Kota Probolinggo tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Probolinggo Tahun Anggaran 2021. Seperti disampaikan oleh juru bicara Fraksi PPP Zainul Fatoni, Senin (20/6).

Menurutnya, APBD Tahun Anggaran 2020 disusun dan dilaksanakan bersamaan dengan terjadinya penyebaran pandemi Covid-19. Karena itu, fraksinya menyepakati adanya refocusing anggaran yang bertujuan penanganan pandemi. Namun, katanya, upaya ini belum terasa efektivitasnya. Terutama dalam pengendalian angka positif Covid-19.

“Penanganan pandemi Covid-19 tidak hanya pengendalian angka positif. Ada hal yang sama pentingnya. Yakni, penanganan ekonomi,” katanya.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terdampak pandemi, menurut Fraksi PPP, kata Fatoni, diperlukan upaya serius dan berkesinambungan. Salah satunya dengan mendorong sektor usaha kecil dan menengah, usaha pertanian, perikanan, pariwisata, dan lain sebagainya. “Sementara Fraksi PPPP memandang upaya pemerintah belum optimal,” jelasnya.

Pihaknya juga menyinggung soal pendapatan asli daerah (PAD). Katanya, Pemkot belum maksimal melakukan intensifikasi, ekstensifikasi, serta inovasi agar PAD lebih maksimal. “Jika diinventarisasi, potensi pendapatan daerah mempunyai peluang sangat besar untuk dikonversi menjadi PAD,” ujarnya.

Menyikapi itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, hasil refocusing anggaran tahun 2021 di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana digunakan untuk belanja peningkatan ketersediaan kefarmasian berupa obat-obatan dan multivitamin. Serta, penyediaan makanan dan minuman pada petugas dan pasien terkonfimasi Covid-19 yang dirawat di tempat isolasi terpusat di SMPN 6 dan Rusunawa.

MAYANGAN, Radar Bromo- Pengendalian angka positif Covid-19 dan peningkatan ekonomi di Kota Probolinggo masih menjadi sorotan DPRD. Terutama dalam penggunaan anggaran tahun 2021.

Sorotan ini tertuang dalam Pandangan Umum Fraksi PPP DPRD Kota Probolinggo terhadap Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Wali Kota Probolinggo tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Probolinggo Tahun Anggaran 2021. Seperti disampaikan oleh juru bicara Fraksi PPP Zainul Fatoni, Senin (20/6).

Menurutnya, APBD Tahun Anggaran 2020 disusun dan dilaksanakan bersamaan dengan terjadinya penyebaran pandemi Covid-19. Karena itu, fraksinya menyepakati adanya refocusing anggaran yang bertujuan penanganan pandemi. Namun, katanya, upaya ini belum terasa efektivitasnya. Terutama dalam pengendalian angka positif Covid-19.

“Penanganan pandemi Covid-19 tidak hanya pengendalian angka positif. Ada hal yang sama pentingnya. Yakni, penanganan ekonomi,” katanya.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terdampak pandemi, menurut Fraksi PPP, kata Fatoni, diperlukan upaya serius dan berkesinambungan. Salah satunya dengan mendorong sektor usaha kecil dan menengah, usaha pertanian, perikanan, pariwisata, dan lain sebagainya. “Sementara Fraksi PPPP memandang upaya pemerintah belum optimal,” jelasnya.

Pihaknya juga menyinggung soal pendapatan asli daerah (PAD). Katanya, Pemkot belum maksimal melakukan intensifikasi, ekstensifikasi, serta inovasi agar PAD lebih maksimal. “Jika diinventarisasi, potensi pendapatan daerah mempunyai peluang sangat besar untuk dikonversi menjadi PAD,” ujarnya.

Menyikapi itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, hasil refocusing anggaran tahun 2021 di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana digunakan untuk belanja peningkatan ketersediaan kefarmasian berupa obat-obatan dan multivitamin. Serta, penyediaan makanan dan minuman pada petugas dan pasien terkonfimasi Covid-19 yang dirawat di tempat isolasi terpusat di SMPN 6 dan Rusunawa.

MOST READ

BERITA TERBARU

/