alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Betor Tertabrak Truk di Sumberasih, Penjual Pecel-Tukang Betor Tewas  

SUMBERASIH, Radar Bromo-Juma’ati, 55, dalam perjalanan pulang dari Pasar Bayeman, Jumat (24/6). Dia naik becak motor (betor) milik Asan, 60. Nahas, saat melintas di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, betor itu tertabrak truk. Keduanya pun meninggal.

Barang belanjaan Juma’ati pun tumpah berserakan, bumbu pecel lengkap dengan sayurannya. Warga Dusun Kresek, RT 22/RW 4, Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, itu memang penjual nasi pecel. Karena itu, tiap hari dia berbelanja perlengkapan berjualan pecel di Pasar Bayeman.

Putri Amelia, 19, seorang saksi mata menagtakan, truk dan bentor melaju dari arah yang sama. Yaitu dari arah barat. Truk lantas menyalip sebuah mobil dari arah kiri.

Namun, diduga supir truk kurang hati-hati. Saat menyalip itu, betor yang berisi dua orang tersebut tertabrak truk dengan kecepatan penuh.

“Truknya kencang sekali dari arah barat,” ujar warga Dusun Brak, RT 2/RW 1, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, itu saat ditemui di tokonya.

Muhammad Soleh, 40, saksi mata lainnya menyebut, betor saat itu hendak menyeberang ke sebuah gang. Namun, kemudian tertabrak truk yang menyalip dari arah kiri dengan kecepatan penuh. Seketika bentor hancur karena tertabrak bagian depan pojok kiri.

“Bagian dari becak sampai terbawa truk sejauh 200 meter. Penumpangnya sempat hidup. Namun, tidak lama langsung meninggal karena patah di kaki. Sedangkan pengendara bentor mengalami sobek di tangannya,” terang Soleh.

Sopir truk, Syah Triyono, 40, menjelaskan bentor memaksa untuk belok saat itu, Sedangkan truk yang dikendarainya melaju cepat karena dalam keadaan menyalip sebuah mobil. Sehingga bentor pun tertabrak.

“Dari arah barat truknya, mau nyalip mobil. Bentornya mau belok maksa. Akhirnya bentor tertabrak truk, kemudian nyantol sebelah depan pojok kiri,” tutur warga Dusun Taman, RT 2/RW 1, Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu.

Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Aiptu Eko Juli Afianto mengatakan, truk saat itu hendak menyalip sebuah mobil Kijang. Pengendara truk mendadak melihat bentor. Sedangkan, truk dalam keadaan laju kencang menuju ke arah timur.

“Intinya pengendara truk kurang hati-hati saat hendak menyalip Kijang. Sehingga mengakibatkan kecelakaan dan menabrak bentor,” ujar Eko. (mg/hn)

 

SUMBERASIH, Radar Bromo-Juma’ati, 55, dalam perjalanan pulang dari Pasar Bayeman, Jumat (24/6). Dia naik becak motor (betor) milik Asan, 60. Nahas, saat melintas di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, betor itu tertabrak truk. Keduanya pun meninggal.

Barang belanjaan Juma’ati pun tumpah berserakan, bumbu pecel lengkap dengan sayurannya. Warga Dusun Kresek, RT 22/RW 4, Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, itu memang penjual nasi pecel. Karena itu, tiap hari dia berbelanja perlengkapan berjualan pecel di Pasar Bayeman.

Putri Amelia, 19, seorang saksi mata menagtakan, truk dan bentor melaju dari arah yang sama. Yaitu dari arah barat. Truk lantas menyalip sebuah mobil dari arah kiri.

Namun, diduga supir truk kurang hati-hati. Saat menyalip itu, betor yang berisi dua orang tersebut tertabrak truk dengan kecepatan penuh.

“Truknya kencang sekali dari arah barat,” ujar warga Dusun Brak, RT 2/RW 1, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, itu saat ditemui di tokonya.

Muhammad Soleh, 40, saksi mata lainnya menyebut, betor saat itu hendak menyeberang ke sebuah gang. Namun, kemudian tertabrak truk yang menyalip dari arah kiri dengan kecepatan penuh. Seketika bentor hancur karena tertabrak bagian depan pojok kiri.

“Bagian dari becak sampai terbawa truk sejauh 200 meter. Penumpangnya sempat hidup. Namun, tidak lama langsung meninggal karena patah di kaki. Sedangkan pengendara bentor mengalami sobek di tangannya,” terang Soleh.

Sopir truk, Syah Triyono, 40, menjelaskan bentor memaksa untuk belok saat itu, Sedangkan truk yang dikendarainya melaju cepat karena dalam keadaan menyalip sebuah mobil. Sehingga bentor pun tertabrak.

“Dari arah barat truknya, mau nyalip mobil. Bentornya mau belok maksa. Akhirnya bentor tertabrak truk, kemudian nyantol sebelah depan pojok kiri,” tutur warga Dusun Taman, RT 2/RW 1, Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu.

Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Aiptu Eko Juli Afianto mengatakan, truk saat itu hendak menyalip sebuah mobil Kijang. Pengendara truk mendadak melihat bentor. Sedangkan, truk dalam keadaan laju kencang menuju ke arah timur.

“Intinya pengendara truk kurang hati-hati saat hendak menyalip Kijang. Sehingga mengakibatkan kecelakaan dan menabrak bentor,” ujar Eko. (mg/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/