alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Gadis asal Bantaran Dijemput Satgas Covid, Diisolasi di Hotel

BANTARAN, Radar Bromo-Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menjemput seorang gadis yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Awalnya remaja 16 tahun itu menolak. Namun, setelah terus dibujuk, keluarganya menerima. Gadis berinisial IPS itu pun akhirnya mau menginap di hotel.

Penjemputan itu terjadi Kamis (24/6). Menurut Camat Bantaran Saniwar, penjemputan dilakukan secara humanis. Petugas meyakinkan IPS yang semula menolak menjalani karantina. Padahal, hasil tes memastikan dia positif Covid-19.

Kondisi IPS diketahui pada Senin (21/6). Remaja asal Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, itu mengeluh sakit. Dia lalu diperiksa ke Puskesmas Bantaran. Saat di-rapid test, hasilnya reaktif. Petugas puskesmas mengarahkannya untuk menjalani isolasi. Namun, IPS menolak. Kemudian, dia di-swab test PCR.

Hasilnya keluar Rabu sore (23/6). Setelah mendapatkan laporan hasil tes IPS itu, lanjut Saniwar, satgas kecamatan dan gugus tugas desa melakukan koordinasi. Diputuskan untuk melakukan pendekatan dan penjemputan.

Alhamdulillah pasien dan keluarga bisa menerima. Remaja putri itu mau menjalani karantina di Hotel Sukapura Permai,” terangnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Dyah Kuncarawati mengatakan, ruang isolasi sebelumnya di Hotel Sari Indah, Gending, sudah penuh. Pemerintah membuka lagi tempat isolasi di Hotel Sukapura Permai. Salah satu penghuni baru di sana adalah gadis dari Desa Kramat Agung, Bantaran, yang dijemput satgas. (mas/far)

 

 

BANTARAN, Radar Bromo-Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menjemput seorang gadis yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Awalnya remaja 16 tahun itu menolak. Namun, setelah terus dibujuk, keluarganya menerima. Gadis berinisial IPS itu pun akhirnya mau menginap di hotel.

Penjemputan itu terjadi Kamis (24/6). Menurut Camat Bantaran Saniwar, penjemputan dilakukan secara humanis. Petugas meyakinkan IPS yang semula menolak menjalani karantina. Padahal, hasil tes memastikan dia positif Covid-19.

Kondisi IPS diketahui pada Senin (21/6). Remaja asal Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, itu mengeluh sakit. Dia lalu diperiksa ke Puskesmas Bantaran. Saat di-rapid test, hasilnya reaktif. Petugas puskesmas mengarahkannya untuk menjalani isolasi. Namun, IPS menolak. Kemudian, dia di-swab test PCR.

Hasilnya keluar Rabu sore (23/6). Setelah mendapatkan laporan hasil tes IPS itu, lanjut Saniwar, satgas kecamatan dan gugus tugas desa melakukan koordinasi. Diputuskan untuk melakukan pendekatan dan penjemputan.

Alhamdulillah pasien dan keluarga bisa menerima. Remaja putri itu mau menjalani karantina di Hotel Sukapura Permai,” terangnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Dyah Kuncarawati mengatakan, ruang isolasi sebelumnya di Hotel Sari Indah, Gending, sudah penuh. Pemerintah membuka lagi tempat isolasi di Hotel Sukapura Permai. Salah satu penghuni baru di sana adalah gadis dari Desa Kramat Agung, Bantaran, yang dijemput satgas. (mas/far)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/