alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Baru Rampung Dibangun, Plengsengan di Karanganyar Bantaran Ambrol

BANTARAN, Radar Bromo – Baru sepekan selesai dibangun, bronjong dan plengsengan di tepi sungai Dusun Krajan, Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, ambrol. Karenanya, pelaksana diminta membangun ulang proyek dengan anggaran di atas Rp 100 juta itu.

Bronjong dan plengsengan itu dibangun dengan ketinggian sekitar 7 meter dan lebar 15 meter. Bangunan ini baru rampung dan diserahkan sekitar sepekan lalu. Selasa (22/6), sekitar pukul 15.00, di wilayah Kecamatan Bantaran, diguyur hujan cukup deras.

Namun, hujan tidak sampai mengakibatkan banjir atau air sungai meluap. Namun, adanya hujan ini disebut-sebut membuat bronjong dan plengsengan yang baru dibangun itu ambruk.

“Plengsengan itu pembangunan penanganan darurat oleh BPBD kabupaten. Informasinya baru selesai dibangun seminggu lalu. Sekarang langsung diperbaiki oleh pelaksananya,” ujar Camat Bantaran Saniwar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo membenarkan plengsengan itu dibangun sebagai penanganan darurat. Anggarannya berasal dari dana tidak terduga (DTT).

Plengsengan di tepi sungai Desa Karanganyar, itu ambrol bersamaan dengan banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Dringu, beberapa bulan lalu. Karenanya, dilakukan penanganan darurat. Yakni, di bagian bawah dibangun bronjong dan bagian atas dibangun plengsengan.

“Kalau nilai anggarannya saya tidak hafal. Itu dana tidak terduga berkisar Rp 100 juta berapa gitu, tapi tidak sampai Rp 200 juta,” katanya.

Rahmad memastikan ambrolnya bronjong dan plengsengan ini karena bencana. Sebelum kejadian, hujan cukup deras. Hingga membuat struktur tanah di tepi bronjong tergerus.

“Itu baru selesai dibangun dan masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Karena itu, saya minta langsung diperbaiki dan dibangun ulang. Sekarang (kemarin) sudah mulai dikerjakan langsung,” ujarnya. (mas/rud)

BANTARAN, Radar Bromo – Baru sepekan selesai dibangun, bronjong dan plengsengan di tepi sungai Dusun Krajan, Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, ambrol. Karenanya, pelaksana diminta membangun ulang proyek dengan anggaran di atas Rp 100 juta itu.

Bronjong dan plengsengan itu dibangun dengan ketinggian sekitar 7 meter dan lebar 15 meter. Bangunan ini baru rampung dan diserahkan sekitar sepekan lalu. Selasa (22/6), sekitar pukul 15.00, di wilayah Kecamatan Bantaran, diguyur hujan cukup deras.

Namun, hujan tidak sampai mengakibatkan banjir atau air sungai meluap. Namun, adanya hujan ini disebut-sebut membuat bronjong dan plengsengan yang baru dibangun itu ambruk.

“Plengsengan itu pembangunan penanganan darurat oleh BPBD kabupaten. Informasinya baru selesai dibangun seminggu lalu. Sekarang langsung diperbaiki oleh pelaksananya,” ujar Camat Bantaran Saniwar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo membenarkan plengsengan itu dibangun sebagai penanganan darurat. Anggarannya berasal dari dana tidak terduga (DTT).

Plengsengan di tepi sungai Desa Karanganyar, itu ambrol bersamaan dengan banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Dringu, beberapa bulan lalu. Karenanya, dilakukan penanganan darurat. Yakni, di bagian bawah dibangun bronjong dan bagian atas dibangun plengsengan.

“Kalau nilai anggarannya saya tidak hafal. Itu dana tidak terduga berkisar Rp 100 juta berapa gitu, tapi tidak sampai Rp 200 juta,” katanya.

Rahmad memastikan ambrolnya bronjong dan plengsengan ini karena bencana. Sebelum kejadian, hujan cukup deras. Hingga membuat struktur tanah di tepi bronjong tergerus.

“Itu baru selesai dibangun dan masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Karena itu, saya minta langsung diperbaiki dan dibangun ulang. Sekarang (kemarin) sudah mulai dikerjakan langsung,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/