alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Proyek Box Culvert Bundaran Glaser-Maramis Terkendala Aturan Baru

KANIGARAN, Radar Bromo – Rencana pemasangan box culvert di Bundaran Gladak Serang (Glaser), Kota Probolinggo, tak berjalan mulus. Kini molor lagi. Untuk kali kedua, pengerjaannya belum bisa dilaksanakan, karena masih harus melalui tahap penyesuaian.

Seperti diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kota Probolinggo, Gigih Ardityawan Pratama. Ia mengatakan, fisik box culvert dari Glaser- Jalan A.A. Maramis belum bisa digarap. Masih ada penyesuaian lagi.

Awalnya, pengerjaannya sempat molor karena adanya aturan baru berupa Permen PUPR Nomor 1/2022. Dinas PUPR-Perkim harus melakukan review. Setelah dilakukan penyesuaian dengan aturan baru itu, ada kebijakan baru lagi dari Pemerintah Pusat. Kini, terkait aturan pajak yang naik dari 10 persen jadi 11 persen.

Karena itu, harus dilakukan review untuk menyesuaikan dengan aturan baru tersebut. Usai penyesuaian ini rampung, Dinas PUPR-Perkim masih harus kembali melakukan penyesuaian. Karena, harga material bahan baku untuk fisik naik.

“Kondisi ini sama seperti fisik Jalan Brantas dan Jalan Semeru. Memang molor, karena harus dilakukan penyesuaian berulang kali. Terakhir ada kenaikan bahan baku. Tentu kami harus lakukan penyesuaian lagi,” jelasnya.

Gigih menyebutkan, meski pengerjaannya belum bisa dimulai, bahkan tahap lelang juga belum terlaksana, pihaknya optimistis tidak akan menyebabkan proyek ini terlambat. Sesuai rencana awal, pengerjannya tidak berubah.

“Kami tetap akan melakukan pemasangan box culvert mulai dari Glaser ke arah Jalan A.A. Maramis senilai Rp 4 miliar. Kami upayakan secepatnya fisik bisa tergarap. Insya Allah tidak akan terlambat,” ujarnya. (riz/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Rencana pemasangan box culvert di Bundaran Gladak Serang (Glaser), Kota Probolinggo, tak berjalan mulus. Kini molor lagi. Untuk kali kedua, pengerjaannya belum bisa dilaksanakan, karena masih harus melalui tahap penyesuaian.

Seperti diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kota Probolinggo, Gigih Ardityawan Pratama. Ia mengatakan, fisik box culvert dari Glaser- Jalan A.A. Maramis belum bisa digarap. Masih ada penyesuaian lagi.

Awalnya, pengerjaannya sempat molor karena adanya aturan baru berupa Permen PUPR Nomor 1/2022. Dinas PUPR-Perkim harus melakukan review. Setelah dilakukan penyesuaian dengan aturan baru itu, ada kebijakan baru lagi dari Pemerintah Pusat. Kini, terkait aturan pajak yang naik dari 10 persen jadi 11 persen.

Karena itu, harus dilakukan review untuk menyesuaikan dengan aturan baru tersebut. Usai penyesuaian ini rampung, Dinas PUPR-Perkim masih harus kembali melakukan penyesuaian. Karena, harga material bahan baku untuk fisik naik.

“Kondisi ini sama seperti fisik Jalan Brantas dan Jalan Semeru. Memang molor, karena harus dilakukan penyesuaian berulang kali. Terakhir ada kenaikan bahan baku. Tentu kami harus lakukan penyesuaian lagi,” jelasnya.

Gigih menyebutkan, meski pengerjaannya belum bisa dimulai, bahkan tahap lelang juga belum terlaksana, pihaknya optimistis tidak akan menyebabkan proyek ini terlambat. Sesuai rencana awal, pengerjannya tidak berubah.

“Kami tetap akan melakukan pemasangan box culvert mulai dari Glaser ke arah Jalan A.A. Maramis senilai Rp 4 miliar. Kami upayakan secepatnya fisik bisa tergarap. Insya Allah tidak akan terlambat,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/