alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Masih Waspadai Wilayah Rawan Longsor, BPBD Pantau Empat Lokasi

DRINGU, Radar Bromo – Dua hari belakangan intensitas hujan di Kabupaten Probolinggo, kembali tinggi. Karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mewaspadai potensi bencana longsor. Tercatat, ada empat wilayah menjadi perhatian serius.

Penata Penanggulangan Bencana Muda BPBD Kabupaten Probolinggo Abdullah mengatakan, pemantauan wilayah rawan longsor perlu dilakukan. Meski sudah masuk masa pancaroba, curah hujan belum dapat diprediksi. “Dua hari ini intensitas hujan di beberapa wilayah kembali tinggi. Jadi, kami tetap waspada,” ujarnya.

Mengaca pada situasi saat ini, Abdullah mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) tengah memantau wilayah potensi longsor. Di antaranya, Kecamatan Tiris, Krucil, Sukapura, dan Kecamatan Sumber.

Empat wilayah ini masuk pantauan, karena beberapa waktu lalu terjadi tanah longsor. Karena itu, ketika curah hujan meningkat, TRC langsung berkoordinasi secara intens dengan pemerintah kecamatan.

“Yang paling baru longsor di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris. Namun, bukan hanya satu wilayah yang kami waspadai. Wilayah lain yang memiliki potensi longsor juga kami awasi,” terangnya.

Pemantauan dilakukan sebagai wujud mitigasi risiko bencana. Agar tidak ada korban jiwa dan kerugian materi. Sekaligus upaya pertolongan cepat pada wilayah longsor.

DRINGU, Radar Bromo – Dua hari belakangan intensitas hujan di Kabupaten Probolinggo, kembali tinggi. Karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mewaspadai potensi bencana longsor. Tercatat, ada empat wilayah menjadi perhatian serius.

Penata Penanggulangan Bencana Muda BPBD Kabupaten Probolinggo Abdullah mengatakan, pemantauan wilayah rawan longsor perlu dilakukan. Meski sudah masuk masa pancaroba, curah hujan belum dapat diprediksi. “Dua hari ini intensitas hujan di beberapa wilayah kembali tinggi. Jadi, kami tetap waspada,” ujarnya.

Mengaca pada situasi saat ini, Abdullah mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) tengah memantau wilayah potensi longsor. Di antaranya, Kecamatan Tiris, Krucil, Sukapura, dan Kecamatan Sumber.

Empat wilayah ini masuk pantauan, karena beberapa waktu lalu terjadi tanah longsor. Karena itu, ketika curah hujan meningkat, TRC langsung berkoordinasi secara intens dengan pemerintah kecamatan.

“Yang paling baru longsor di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris. Namun, bukan hanya satu wilayah yang kami waspadai. Wilayah lain yang memiliki potensi longsor juga kami awasi,” terangnya.

Pemantauan dilakukan sebagai wujud mitigasi risiko bencana. Agar tidak ada korban jiwa dan kerugian materi. Sekaligus upaya pertolongan cepat pada wilayah longsor.

MOST READ

BERITA TERBARU

/