alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Tambah 40 Titik PJU di Jalur Bromo Tongas sampai Sukapura

Idealnya Butuh 400 PJU

Idealnya, ruas Jalan Raya Tongas–Sukapura membutuhkan sekitar 400 PJU. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo baru memasang 40 PJU. Pertimbanganya, karena menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

Karena itu, penentuan 40 titik PJU dilakukan dengan skala prioritas dan strategis sesuai kekuatan anggaran. Hanya titik-titik yang dinilai rawan yang dipasang PJU.

“Contohnya sebelum dan sesudah jembatan Sukapura dan jembatan tikungan. Itu kondisinya sangat berbahaya. Di sana tidak ada PJU. Padahal, ruas jalan ini masuk ring satu dalam jalan nasional menuju objek wisata,” terang Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Lokasi ini, menurutnya, jadi titik yang akan dipasang PJU. Sebab, pengendara butuh pandangan lebih luas di jalan ini. Saat ini karena kondisinya gelap, pandangan pengendara terhalang. Dengan adanya PJU, Taufik berharap pengendara akan lebih aman.

Pemasangan PJU ini juga diharapkan Taufik bisa membuat Kabupaten Probolinggo bebas dari kegelapan secara perlahan. Caranya, memaksimalkan anggaran agar memberikan manfaat penuh pada masyarakat.

Selanjutnya, dia minta masyarakat ikut merawat dan memelihara PJU. Sebab, PJU adalah milik bersama dan untuk kepentingan bersama. Anggaran PJU juga berasal dari uang rakyat.

“Contoh kadang ada kendaraan putar balik, lalu menabrak tiang PJU. Lantas tiang PJU roboh dan ditinggal. Juga banyak terjadi kehilangan lampu-lampu dan baterai solar cell,” tuturnya.

Dia berharap, ke depan hal serupa tidak terjadi lagi. “Ini anggaran dari uang rakyat. Sudah seharusnya dijaga dan dinikmati oleh rakyat,” tambahnya. (mas/hn)

Idealnya Butuh 400 PJU

Idealnya, ruas Jalan Raya Tongas–Sukapura membutuhkan sekitar 400 PJU. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo baru memasang 40 PJU. Pertimbanganya, karena menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

Karena itu, penentuan 40 titik PJU dilakukan dengan skala prioritas dan strategis sesuai kekuatan anggaran. Hanya titik-titik yang dinilai rawan yang dipasang PJU.

“Contohnya sebelum dan sesudah jembatan Sukapura dan jembatan tikungan. Itu kondisinya sangat berbahaya. Di sana tidak ada PJU. Padahal, ruas jalan ini masuk ring satu dalam jalan nasional menuju objek wisata,” terang Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Lokasi ini, menurutnya, jadi titik yang akan dipasang PJU. Sebab, pengendara butuh pandangan lebih luas di jalan ini. Saat ini karena kondisinya gelap, pandangan pengendara terhalang. Dengan adanya PJU, Taufik berharap pengendara akan lebih aman.

Pemasangan PJU ini juga diharapkan Taufik bisa membuat Kabupaten Probolinggo bebas dari kegelapan secara perlahan. Caranya, memaksimalkan anggaran agar memberikan manfaat penuh pada masyarakat.

Selanjutnya, dia minta masyarakat ikut merawat dan memelihara PJU. Sebab, PJU adalah milik bersama dan untuk kepentingan bersama. Anggaran PJU juga berasal dari uang rakyat.

“Contoh kadang ada kendaraan putar balik, lalu menabrak tiang PJU. Lantas tiang PJU roboh dan ditinggal. Juga banyak terjadi kehilangan lampu-lampu dan baterai solar cell,” tuturnya.

Dia berharap, ke depan hal serupa tidak terjadi lagi. “Ini anggaran dari uang rakyat. Sudah seharusnya dijaga dan dinikmati oleh rakyat,” tambahnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/