alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pipa Dasar Laut Kembali Tersambung, Air PDAM ke Gili Normal Lagi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Akhirnya aliran air PDAM ke Pulau Gili Ketapang, kembali normal. Air mengalir lagi ke Gili setelah petugas berhasil menyambung pipa PDAM yang terpotong 100 meter, kemarin (23/2).

Setelah berhasil menyambung pipa, dilakukan uji coba selama 3 jam, kemarin. Uji coba pun berjalan lancar. Namun PDAM menegaskan akan terus mengevaluasi. Sebab, awalnya air masih asin dan kurang lancar mengalir.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo menerangkan, penyambungan pipa sepanjang 225 meter selesai dilakukan di darat, Selasa (23/2) pagi. Petugas kemudian langsung menyambung pipa di bawah permukaan laut. Penyambungan itu selesai siang kemarin. Pipa 225 meter itu berhasil menyambungkan pipa dari arah Gili dan dari arah Bandaran.

PDAM lantas langsung melakukan uji coba selama tiga jam. Dan uji coba itu berjalan lancar.

“Alhamdulillah air ke Pulau Gili sudah bisa mengalir. Bahkan, sudah dilakukan uji coba selama tiga jam dan berhasil mengalir,” katanya Selasa (23/2) siang.

DISAMBUNG: Penyambungan pipa sepanjang 225 meter di darat, selesai dilakukan Selasa (23/2) pagi. Petugas kemudian menyambung pipa di bawah permukaan laut siang harinya. (PDAM for Radar Bromo)

Dengan keberhasilan itu, total butuh waktu 26 hari bagi PDAM untuk memperbaiki saluran pipa di bawah permukaan laut. Mulai pipa yang pipih, juga pipa yang terpotong.

Gandhi melanjutkan, saat ini petugas terus melakukan evaluasi. Sebab, aliran air di bagian tengah Gili masih kurang maksimal.

“Air sudah mengalir ke Gili, namun belum maksimal. Sehingga, kami terus memantau dan mengevaluasi,” katanya.

Kasi Kesra Desa Gili Ketapang Solehuddin pun mengapresiasi kinerja PDAM memperbaiki saluran yang terganggung selama 26 hari penuh. Selasa (23/2) siang menurutnya, air sudah bisa mengalir ke Gili. Meskipun, awalnya air terasa asin. Diduga, air asin karena pipa sempat kemasukan air laut selama kerusakan terjadi.

“Alhamdulillah airnya sudah bisa mengalir. Kami warga Gili mengapresiasi petugas PDAM yang terus bekerja agar saluran tersebut bisa kembali normal,” katanya.

Seperti diketahui, uji coba saluran pipa bawah laut PDAM selama tiga hari gagal. Air dari PDAM tidak bisa keluar di Desa Gili saat uji coba, Sabtu (13/2). Padahal, pipa yang rusak sudah diperbaiki dengan dipasang clamp (klem). Diduga, masih ada pipa yang bocor.

Setelah dilakukan observasi, diketahui ada pipa bawah laut yang putus atau terpotong. Selain itu, pipa yang terpotong itu bergeser 200 meter dari titik semula.

Dua sisi pipa yang terpotong sempat ditarik dengan tiga kapal untuk disambung, namun gagal. Karena itu, PDAM memutuskan membeli pipa penyambung HDPE untuk menyambung pipa yang terpotong. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Akhirnya aliran air PDAM ke Pulau Gili Ketapang, kembali normal. Air mengalir lagi ke Gili setelah petugas berhasil menyambung pipa PDAM yang terpotong 100 meter, kemarin (23/2).

Setelah berhasil menyambung pipa, dilakukan uji coba selama 3 jam, kemarin. Uji coba pun berjalan lancar. Namun PDAM menegaskan akan terus mengevaluasi. Sebab, awalnya air masih asin dan kurang lancar mengalir.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo menerangkan, penyambungan pipa sepanjang 225 meter selesai dilakukan di darat, Selasa (23/2) pagi. Petugas kemudian langsung menyambung pipa di bawah permukaan laut. Penyambungan itu selesai siang kemarin. Pipa 225 meter itu berhasil menyambungkan pipa dari arah Gili dan dari arah Bandaran.

Mobile_AP_Half Page

PDAM lantas langsung melakukan uji coba selama tiga jam. Dan uji coba itu berjalan lancar.

“Alhamdulillah air ke Pulau Gili sudah bisa mengalir. Bahkan, sudah dilakukan uji coba selama tiga jam dan berhasil mengalir,” katanya Selasa (23/2) siang.

DISAMBUNG: Penyambungan pipa sepanjang 225 meter di darat, selesai dilakukan Selasa (23/2) pagi. Petugas kemudian menyambung pipa di bawah permukaan laut siang harinya. (PDAM for Radar Bromo)

Dengan keberhasilan itu, total butuh waktu 26 hari bagi PDAM untuk memperbaiki saluran pipa di bawah permukaan laut. Mulai pipa yang pipih, juga pipa yang terpotong.

Gandhi melanjutkan, saat ini petugas terus melakukan evaluasi. Sebab, aliran air di bagian tengah Gili masih kurang maksimal.

“Air sudah mengalir ke Gili, namun belum maksimal. Sehingga, kami terus memantau dan mengevaluasi,” katanya.

Kasi Kesra Desa Gili Ketapang Solehuddin pun mengapresiasi kinerja PDAM memperbaiki saluran yang terganggung selama 26 hari penuh. Selasa (23/2) siang menurutnya, air sudah bisa mengalir ke Gili. Meskipun, awalnya air terasa asin. Diduga, air asin karena pipa sempat kemasukan air laut selama kerusakan terjadi.

“Alhamdulillah airnya sudah bisa mengalir. Kami warga Gili mengapresiasi petugas PDAM yang terus bekerja agar saluran tersebut bisa kembali normal,” katanya.

Seperti diketahui, uji coba saluran pipa bawah laut PDAM selama tiga hari gagal. Air dari PDAM tidak bisa keluar di Desa Gili saat uji coba, Sabtu (13/2). Padahal, pipa yang rusak sudah diperbaiki dengan dipasang clamp (klem). Diduga, masih ada pipa yang bocor.

Setelah dilakukan observasi, diketahui ada pipa bawah laut yang putus atau terpotong. Selain itu, pipa yang terpotong itu bergeser 200 meter dari titik semula.

Dua sisi pipa yang terpotong sempat ditarik dengan tiga kapal untuk disambung, namun gagal. Karena itu, PDAM memutuskan membeli pipa penyambung HDPE untuk menyambung pipa yang terpotong. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2