alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

HRD PT Bromo Tirta Lestari Bantah Ada Penggelapan-Perampasan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Polemik antara karyawan dan HRD di PT Bromo Tirta Lestari, kian memanas. Setelah karyawan menuding adanya penggelapan gaji karyawan dan penahanan kendaraan, giliran pihak HRD PT Bromo Tirta Lestari yang angkat bicara.

Melalui Sugio Purnomo selaku manajer HRD PT Bromo Tirta Lestari, dia membantah adanya tudingan penggelapan gaji karyawan dan perampasan kendaraan 3 karyawan PT Bromo Tirta Lestari. Selasa (23/2) di depan awak media, Sugio menjelaskan perkara yang melibatkan 3 karyawan terjadi pada bulan Oktober 2020 beserta sejumlah bukti yang menguatkannya.

“Tidak benar ada penggelapan dan perampasan. Hak mereka akan saya bayarkan. Termasuk sepeda motor itu bukan dirampas tapi itu sepeda anak-anak dan mereka titip untuk jaminan,” ujarnya.

Awalnya, kata Sugio, hanya Edi saja yang menyerahkan motor tersebut. “Tapi di Pos Keamanan, satpam mengabari saya kalau 2 karyawan lain juga menitipkan sepeda motor dan BPKB di Pos,” tambahnya.

Sugio menjelaskan bahwa awal mula permasalahan 3 karyawan ini berasal dari penjualan barang returan sebanyak 11 dus. Pihak perusahaan mempertanyakan dari mana 11 dus yang dijual ini.

“Karena laporan dari distributor sudah ada dalam nota retur barang, berapa jumlah barang yang diretur itu sudah pas dan sudah dihitung oleh pihak toko. Kami juga memiliki nota fiktif yang diminta oleh 3 karyawan ini untuk dibuatkan ke pihak toko karena mereka kedapatan menjual barang retur. Serta ada rekaman suaranya,” ujarnya.

Warga Sumbertaman ini menjelaskan bahwa dibebankannya kerugian perusahaan senilai Rp 62,85 juta karena diduga 3 orang ini terlibat dengan hilangnya barang produksi milik perusahaan. “Saya menanyakan kepada mereka bertiga, siapa dari bagian gudang yang ikut membantu hilangnya produk. Mereka tidak mau mengaku,” ujarnya.

Dipicu Retur Air, Karyawan-HRD Alamo Saling Lapor Polisi

Akhirnya karena mereka bertiga yang tertangkap basah menjual barang pabrik dan disertai bukti-bukti, maka mereka yang dibebankan tanggung jawab tersebut.

“Begitu juga ketika ada laporan yang menyebutkan bahwa mereka menjual 11 dus air mineral kepada pihak lain. Awalnya mereka tidak mengaku. Baru mengaku 2 hari setelah diklarifikasi pertama setelah saya menunjukkan bukti-bukti berupa nota fiktif. Akhirnya mereka mengaku,” tambahnya.

Sugio memastikan tidak ada perampasan motor. Bahkan ketika diminta kendaaran tersebut akan diberikan kepada yang berhak. “Bukan kepada pengacara, tapi kepada pemiliknya yang berhak. Hal ini karena mereka menitipkan sebagai jaminan, tidak ada perampasan,” terangnya.

Sugio memastikan bahwa pihaknya ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan damai serta tanpa melibatkan proses hukum. Namun karena pihak 3 karyawan ternyata mengajukan ke proses hukum, maka akhirnya ditindaklanjtui.

“Iya mereka kan mengadu ke dinas tenaga kerja. Mereka yang mengadukan lebih dulu. Kejadian ini sejak Oktober, kalau kami niat ke proses hukum, sejak awal kami ke polisi,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga karyawan PT Bromo Tirta Lestari telah mengadukan manajer HRD perusahaan tersebut ke polisi. Hal ini terkait dugaan penggelapan gaji karyawan dan penahanan kendaraan. Pangkal permasalahan ini berawal dari tuduhan kepada 3 karyawan yang dinilai menggelapkan barang milik perusahaan senilai Rp 62.850.000. Barang tersebut digelapkan selama 2 tahun. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Polemik antara karyawan dan HRD di PT Bromo Tirta Lestari, kian memanas. Setelah karyawan menuding adanya penggelapan gaji karyawan dan penahanan kendaraan, giliran pihak HRD PT Bromo Tirta Lestari yang angkat bicara.

Melalui Sugio Purnomo selaku manajer HRD PT Bromo Tirta Lestari, dia membantah adanya tudingan penggelapan gaji karyawan dan perampasan kendaraan 3 karyawan PT Bromo Tirta Lestari. Selasa (23/2) di depan awak media, Sugio menjelaskan perkara yang melibatkan 3 karyawan terjadi pada bulan Oktober 2020 beserta sejumlah bukti yang menguatkannya.

“Tidak benar ada penggelapan dan perampasan. Hak mereka akan saya bayarkan. Termasuk sepeda motor itu bukan dirampas tapi itu sepeda anak-anak dan mereka titip untuk jaminan,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Awalnya, kata Sugio, hanya Edi saja yang menyerahkan motor tersebut. “Tapi di Pos Keamanan, satpam mengabari saya kalau 2 karyawan lain juga menitipkan sepeda motor dan BPKB di Pos,” tambahnya.

Sugio menjelaskan bahwa awal mula permasalahan 3 karyawan ini berasal dari penjualan barang returan sebanyak 11 dus. Pihak perusahaan mempertanyakan dari mana 11 dus yang dijual ini.

“Karena laporan dari distributor sudah ada dalam nota retur barang, berapa jumlah barang yang diretur itu sudah pas dan sudah dihitung oleh pihak toko. Kami juga memiliki nota fiktif yang diminta oleh 3 karyawan ini untuk dibuatkan ke pihak toko karena mereka kedapatan menjual barang retur. Serta ada rekaman suaranya,” ujarnya.

Warga Sumbertaman ini menjelaskan bahwa dibebankannya kerugian perusahaan senilai Rp 62,85 juta karena diduga 3 orang ini terlibat dengan hilangnya barang produksi milik perusahaan. “Saya menanyakan kepada mereka bertiga, siapa dari bagian gudang yang ikut membantu hilangnya produk. Mereka tidak mau mengaku,” ujarnya.

Dipicu Retur Air, Karyawan-HRD Alamo Saling Lapor Polisi

Akhirnya karena mereka bertiga yang tertangkap basah menjual barang pabrik dan disertai bukti-bukti, maka mereka yang dibebankan tanggung jawab tersebut.

“Begitu juga ketika ada laporan yang menyebutkan bahwa mereka menjual 11 dus air mineral kepada pihak lain. Awalnya mereka tidak mengaku. Baru mengaku 2 hari setelah diklarifikasi pertama setelah saya menunjukkan bukti-bukti berupa nota fiktif. Akhirnya mereka mengaku,” tambahnya.

Sugio memastikan tidak ada perampasan motor. Bahkan ketika diminta kendaaran tersebut akan diberikan kepada yang berhak. “Bukan kepada pengacara, tapi kepada pemiliknya yang berhak. Hal ini karena mereka menitipkan sebagai jaminan, tidak ada perampasan,” terangnya.

Sugio memastikan bahwa pihaknya ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan damai serta tanpa melibatkan proses hukum. Namun karena pihak 3 karyawan ternyata mengajukan ke proses hukum, maka akhirnya ditindaklanjtui.

“Iya mereka kan mengadu ke dinas tenaga kerja. Mereka yang mengadukan lebih dulu. Kejadian ini sejak Oktober, kalau kami niat ke proses hukum, sejak awal kami ke polisi,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga karyawan PT Bromo Tirta Lestari telah mengadukan manajer HRD perusahaan tersebut ke polisi. Hal ini terkait dugaan penggelapan gaji karyawan dan penahanan kendaraan. Pangkal permasalahan ini berawal dari tuduhan kepada 3 karyawan yang dinilai menggelapkan barang milik perusahaan senilai Rp 62.850.000. Barang tersebut digelapkan selama 2 tahun. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2