alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

DED Rampung, Realisasi Pembongkaran Pagar GOR A. Yani Tak Jelas

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana Pemkot Probolinggo membongkar pagar depan GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo, kian tak jelas. Pembongkaran yang direncanakan sejak 2016 silam itu, sejauh ini belum juga terealisasi.

Dari rencana awal, pagar GOR di Jalan Dr. Soetomo, itu akan dibongkar untuk memudahkan akses menuju lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar GOR. Serta, agar keberadaan para PKL juga bisa terlihat dari jalan yang selama ini tertutup pagar.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, rencana pembongkaran pagar GOR ini telah direncanakan ketika GOR Ahmad Yani masih di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar). Bahkan, detail engineering design (DED) pembongkaran pagar GOR telah dibuat. Ketika Pengelolaan GOR Ahmad Yani berpindah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saat itu juga belum ada kepastian kapan akan dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo, Agus Hartadi enggan berkomentar banyak terkait masalah ini. Ia meminta Jawa Pos Radar Bromo menghubunginya hari ini. “Senin saja, ya. Saya masih akan tanyakan dulu pada kabid (kepala bidang) yang membidangi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi, membenarkan rencana pembongkaran pagar GOR Ahmad Yani belum ada kepastian. “Sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan pagar GOR Ahmad Yani dibongkar. Padahal, DED-nya juga sudah ada,” ujarnya.

Gatot mengatakan, jika pagar GOR segera dibongkar, akan memudahkan akses pandangan warga yang melintas di Jalan Dr. Soetomo ke halaman GOR. Dengan cara ini, pengunjung diprediksi akan bertambah dan penjualan PKL bisa terbantu. “Kalau masih seperti sekarang, warga yang melintas tidak tahu kalau di dalam ada sentra PKL,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (PPKL) Kota Probolinggo Munadi, sepakat jika pagar GOR Ahmad Yani, dibongkar. Sebab, selama ini kondisi halaman GOR Ahmad Yani sepi pengunjung. “Saat ini hanya sebagian kecil PKL yang menempati di sana. Sampai sekarang kondisinya juga sepi,” ujarnya.

Munadi menjelaskan, PKL sebenarnya sudah mengetahui rencana pemindahannya dari Jalan Dr. Soetomo ke dalam GOR Ahmad Yani. Namun, banyak yang menolak jika kondisinya masih sepi. “Kalau memang pagar GOR mau dibongkar, kemungkinan PKL akan setuju. Jika pagar dibongkar, dimungkinkan pengunjung juga akan lebih banyak masuk ke area GOR,” ujarnya. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana Pemkot Probolinggo membongkar pagar depan GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo, kian tak jelas. Pembongkaran yang direncanakan sejak 2016 silam itu, sejauh ini belum juga terealisasi.

Dari rencana awal, pagar GOR di Jalan Dr. Soetomo, itu akan dibongkar untuk memudahkan akses menuju lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar GOR. Serta, agar keberadaan para PKL juga bisa terlihat dari jalan yang selama ini tertutup pagar.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, rencana pembongkaran pagar GOR ini telah direncanakan ketika GOR Ahmad Yani masih di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar). Bahkan, detail engineering design (DED) pembongkaran pagar GOR telah dibuat. Ketika Pengelolaan GOR Ahmad Yani berpindah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saat itu juga belum ada kepastian kapan akan dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo, Agus Hartadi enggan berkomentar banyak terkait masalah ini. Ia meminta Jawa Pos Radar Bromo menghubunginya hari ini. “Senin saja, ya. Saya masih akan tanyakan dulu pada kabid (kepala bidang) yang membidangi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi, membenarkan rencana pembongkaran pagar GOR Ahmad Yani belum ada kepastian. “Sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan pagar GOR Ahmad Yani dibongkar. Padahal, DED-nya juga sudah ada,” ujarnya.

Gatot mengatakan, jika pagar GOR segera dibongkar, akan memudahkan akses pandangan warga yang melintas di Jalan Dr. Soetomo ke halaman GOR. Dengan cara ini, pengunjung diprediksi akan bertambah dan penjualan PKL bisa terbantu. “Kalau masih seperti sekarang, warga yang melintas tidak tahu kalau di dalam ada sentra PKL,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (PPKL) Kota Probolinggo Munadi, sepakat jika pagar GOR Ahmad Yani, dibongkar. Sebab, selama ini kondisi halaman GOR Ahmad Yani sepi pengunjung. “Saat ini hanya sebagian kecil PKL yang menempati di sana. Sampai sekarang kondisinya juga sepi,” ujarnya.

Munadi menjelaskan, PKL sebenarnya sudah mengetahui rencana pemindahannya dari Jalan Dr. Soetomo ke dalam GOR Ahmad Yani. Namun, banyak yang menolak jika kondisinya masih sepi. “Kalau memang pagar GOR mau dibongkar, kemungkinan PKL akan setuju. Jika pagar dibongkar, dimungkinkan pengunjung juga akan lebih banyak masuk ke area GOR,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/