alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 7 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pandemi, Lebih Aman Penuhi Vitamin dari Buah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Di tengah masa pandemi Covid-19, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sangatlah penting. Salah satunya bisa dijaga dengan memenuhi kebutuhan vitamin. Buah-buahan bisa dipilih untuk memenuhi asupan vitamin.

Adanya pandemi Covid-19, banyak warga yang mendadak memburu vitamin. Terutama vitamin C dalam bentuk oral. Tujuannya sama, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pada dasarnya kebutuhan vitamin C pada tubuh manusia hanya 65-90 miligram per hari. Jika melebihi itu, akan berdampak kurang baik. Apalagi, bagi penderita penyakit lambung. Kebutuhan vitamin lainnya, juga tak kalah pentingnya untuk dijaga. Seperti vitamin A, B, D, dan zink.

Seperti diungkapkan Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Probolinggo Tunik Agustin. Ia mengatakan, banyak yang salah kaprah mengenai vitamin yang dikonsumsi untuk menjaga kekebalan tubuh. Terlebih pada era pandemi korona. Banyak yang mengkonsumsi suplemen vitamin C yang sampai 100 mililiter, bahkan 1000 mililiter. Padahal, yang dibutuhkan tubuh hanya 65-90 mililiter per hari.

“Untuk vitamin C pada tubuh terbagi menjadi beberapa. Untuk anak-anak sebanyak 40-45 mililiter. Remaja 65 sampai 90 dan dewasa 75-90 mililiter per hari. Angka itu tidak bisa dikalkulasikan. Misalkan, hari ini belum meminum vitamin C, karena kebutuhan orang dewasa 75-90 mililiter, maka langsung dilakukan dua kali lebih banyak dan diminum saat itu juga. Bukan begitu. Misalkan seminggu belum mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, maka langsung ditotal,” ujarnya.

Dengan mengetahui bahwa tubuh memerlukan vitamin C 65-90 mililiter per hari, diharapkan saat makan disediakan satu buah untuk menambah asupan vitamin. Sementara, untuk vitamin C ada di sejumlah buah. Seperti, pisang, jeruk, dan pepaya.

“Satu buah jeruk ukuran normal kandungan vitamin C-nya 70 mililiter. Baik jeruk impor atau lokal sama saja,” ujar perempuan yang bekerja sebagai ahli gizi di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolingo ini.

Warga Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ini mengatakan, selain jeruk, buah dengan kandungan vitamin C yang lebih tinggi juga pepaya. Kandungan vitamin C-nya mencapai 87 mililiter. Selain itu, pepaya merupakan buah dengan kandungan vitamin C yang ramah terhadap lambung.

“Jadi, yang memiliki problem dengan lambungnya atau memiliki asam lambung, bisa dengan mengkonsumsi pepaya untuk memenuhi kebutuhan vitamin C,” jelasnya.

Ia menyarankan agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi suplemen vitamin C. Sebab, jika melebihi angka kebutuhan gizi juga tidak baik. Akan berdampak terhadap lambung. Paling aman untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan mengkonsumsi buah. Baik buah impor maupun buah lokal.

“Penambahan suplemen yang berlebi biasanya digunakan untuk orang yang bekerja di luar dengan intensitas pekerjaan tinggi. Sehingga, termasuk kategori rentan. Hanya saja, mengonsumsi vitamin yang berlebihan dan dilakukan setiap hari. Misalnya mengkonsumsi vitamin C 100 mililiter atau lebih setiap hari, dampaknya ke lambung,” ujar ibu dua anak ini. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Di tengah masa pandemi Covid-19, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sangatlah penting. Salah satunya bisa dijaga dengan memenuhi kebutuhan vitamin. Buah-buahan bisa dipilih untuk memenuhi asupan vitamin.

Adanya pandemi Covid-19, banyak warga yang mendadak memburu vitamin. Terutama vitamin C dalam bentuk oral. Tujuannya sama, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pada dasarnya kebutuhan vitamin C pada tubuh manusia hanya 65-90 miligram per hari. Jika melebihi itu, akan berdampak kurang baik. Apalagi, bagi penderita penyakit lambung. Kebutuhan vitamin lainnya, juga tak kalah pentingnya untuk dijaga. Seperti vitamin A, B, D, dan zink.

Mobile_AP_Half Page

Seperti diungkapkan Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Probolinggo Tunik Agustin. Ia mengatakan, banyak yang salah kaprah mengenai vitamin yang dikonsumsi untuk menjaga kekebalan tubuh. Terlebih pada era pandemi korona. Banyak yang mengkonsumsi suplemen vitamin C yang sampai 100 mililiter, bahkan 1000 mililiter. Padahal, yang dibutuhkan tubuh hanya 65-90 mililiter per hari.

“Untuk vitamin C pada tubuh terbagi menjadi beberapa. Untuk anak-anak sebanyak 40-45 mililiter. Remaja 65 sampai 90 dan dewasa 75-90 mililiter per hari. Angka itu tidak bisa dikalkulasikan. Misalkan, hari ini belum meminum vitamin C, karena kebutuhan orang dewasa 75-90 mililiter, maka langsung dilakukan dua kali lebih banyak dan diminum saat itu juga. Bukan begitu. Misalkan seminggu belum mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, maka langsung ditotal,” ujarnya.

Dengan mengetahui bahwa tubuh memerlukan vitamin C 65-90 mililiter per hari, diharapkan saat makan disediakan satu buah untuk menambah asupan vitamin. Sementara, untuk vitamin C ada di sejumlah buah. Seperti, pisang, jeruk, dan pepaya.

“Satu buah jeruk ukuran normal kandungan vitamin C-nya 70 mililiter. Baik jeruk impor atau lokal sama saja,” ujar perempuan yang bekerja sebagai ahli gizi di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolingo ini.

Warga Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ini mengatakan, selain jeruk, buah dengan kandungan vitamin C yang lebih tinggi juga pepaya. Kandungan vitamin C-nya mencapai 87 mililiter. Selain itu, pepaya merupakan buah dengan kandungan vitamin C yang ramah terhadap lambung.

“Jadi, yang memiliki problem dengan lambungnya atau memiliki asam lambung, bisa dengan mengkonsumsi pepaya untuk memenuhi kebutuhan vitamin C,” jelasnya.

Ia menyarankan agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi suplemen vitamin C. Sebab, jika melebihi angka kebutuhan gizi juga tidak baik. Akan berdampak terhadap lambung. Paling aman untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan mengkonsumsi buah. Baik buah impor maupun buah lokal.

“Penambahan suplemen yang berlebi biasanya digunakan untuk orang yang bekerja di luar dengan intensitas pekerjaan tinggi. Sehingga, termasuk kategori rentan. Hanya saja, mengonsumsi vitamin yang berlebihan dan dilakukan setiap hari. Misalnya mengkonsumsi vitamin C 100 mililiter atau lebih setiap hari, dampaknya ke lambung,” ujar ibu dua anak ini. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2