alexametrics
31 C
Probolinggo
Tuesday, 2 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Flying Fox, Wisata Adrenalin di Bawah Gunung Argopuro

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GADING, Radar Bromo – Berada di sebelah utara Gunung Argopuro, Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, menyimpan berbagai keindahan alam. Potensi itu tidak disia-siakan oleh para pemuda. Salah satunya dengan mendirikan wisata pemompa adrenalin berupa flying fox.

Sejumlah wisata baru terus berkembang di Desa Sentul, Kecamatan Gading. Selain tubing, ada juga flying fox. Destinasi wisata yang menuntut keberanian para wisatawan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sentul Adventure.

Direktur BUMDes Sentul Adventure Dwi Gusdianto 37, mengatakan, wisata flying fox ini dirintis sejak 2018 silam. Keberadaannya terus dikembangkan hingga mampu menarik perhatian wisatawan. Rata-rata, mereka merupakan pengunjung yang bernyali tinggi dan menyukai tantangan.

“Kalau tidak memiliki keberanian tinggi sulit untuk mencoba. Apalagi takut ketinggian, pasti sulit untuk mau menikmati wisata flying fox ini,” ujarnya saat sedang melayani wisatawan yang hendak meluncur dari ketinggian lebih dari 10 meter itu.

Dengan membutuhkan nyali tinggi, wisata flying fox, banyak wisatawan enggan mencobanya. Namun, ada juga yang penasaran dan akhirnya mencoba. Dwi mengatakan, wisata ini juga dimasukkan dalam paket wisata di BUMDes, yakni paket outbound.

“Meski jaraknya tidak terlalu jauh atau kurang lebih 100 meter, cukup banyak yang ingin mencoba. Dibandingkan dengan Wisata Tubing, wisata ini memang kurang diminati. Biasanya wisatawan yang memesan paket outbound sudah komplit dengan wisata flying fox ini. Kalau yang pesan paket flying fox saja, memang jarang,” jelasnya.

Dwi mengatakan, meski dibuka secara umum, tidak semua wisatawan bisa menikmatinya. Pihaknya hanya mengizinkan wisatawan yang berat badannya tidak lebih dari 60 kilogram.

“Peralatannya semua aman. Hanya saja beberapa kriteria kami ketatkan. Sebab, untuk menjaga keamanan wisatawan. Meski sejatinya wisata ini sudah ikut asuransi, tapi masak nyawa sebanding dengan asuransi,” ujarnya.

Tak jauh dari flying fox, juga terdapat lahan cukup luas yang difungsikan sebagai tempat camping. Di sana juga dilengkapi dengan pusat oleh-oleh dan kantin. Tempat yang bisa dimanfaatkan utnuk memulihkan energinya selepas berwisata.

“Wisatawan yang hendak camping bisa dilakukan di sini atau dekat dengan lokasi wisata Tubing. Tempatnya juga menarik, berada di pinggir Sungai Pancar Glagas,” ujarnya.

 

Siapkan Lokasi Baru Lintas Kecamatan

Sejatinya wisata flying fox Desa Sentul, Kecamatan Gading, menyajikan keindahan alam pertanian. Namun, lokasi di RT 3/RW 1 Desa Sentul, ini terus dievaluasi demi menarik perhatian wisatawan.

Wisata yang mampu memompa adrenalin ini selama ini menyajikan hijaunya lahan pertanian. Namun, kini rencananya akan dipindah karena ada pemandangan jalan desa yang dinilai kurang mengasyikkan.

“Akan kami pindah ke dekat Sungai Pancar Glagas yang menjadi rute wisata Tubing. Sama-sama di RT 1,” ujar Direktur BUMDes Sentul Adventure, Dwi Gusdianto.

Menurutnya, lokasi baru itu akan lebih menarik minat para wisatawan. Lokasinya cukup jauh dari permukiman atau jalan. Para wisatawan akan berseluncur lintas kecamatan. Sebab, lokasi awal meluncur wisatawan akan berada di wilayah Kecamatan Pakuniran dan berakhir di Kecamatan Gading.

“Wahananya nanti akan melintasi sungai, jadi wisatawan meluncur di atas sungai. Sehingga, tantangan dan pemandangannya akan lebih bagus. Start-finish-nya berada di kecamatan yang berbeda. Kalau yang sebelah timur masuk Kecamatan Pakuniran, yang sebelah barat masuk Kecamatan Gading,” jelasnya.

Lokasi baru ini diharapkan dapat makin mencuri perhatian wisatawan. Dwi juga optimistis, dengan lokasi melintasi sungai, nantinya para wisatawan yang sedang melakukan wisata Tubing juga akan tertarik. “Saat ada wisatawan yang sedang melakukan Tubing di sungai aliran Argopuro, ini akan kelihatan. Sebab tepat di atasnya,” ujarnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

GADING, Radar Bromo – Berada di sebelah utara Gunung Argopuro, Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, menyimpan berbagai keindahan alam. Potensi itu tidak disia-siakan oleh para pemuda. Salah satunya dengan mendirikan wisata pemompa adrenalin berupa flying fox.

Sejumlah wisata baru terus berkembang di Desa Sentul, Kecamatan Gading. Selain tubing, ada juga flying fox. Destinasi wisata yang menuntut keberanian para wisatawan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sentul Adventure.

Direktur BUMDes Sentul Adventure Dwi Gusdianto 37, mengatakan, wisata flying fox ini dirintis sejak 2018 silam. Keberadaannya terus dikembangkan hingga mampu menarik perhatian wisatawan. Rata-rata, mereka merupakan pengunjung yang bernyali tinggi dan menyukai tantangan.

Mobile_AP_Half Page

“Kalau tidak memiliki keberanian tinggi sulit untuk mencoba. Apalagi takut ketinggian, pasti sulit untuk mau menikmati wisata flying fox ini,” ujarnya saat sedang melayani wisatawan yang hendak meluncur dari ketinggian lebih dari 10 meter itu.

Dengan membutuhkan nyali tinggi, wisata flying fox, banyak wisatawan enggan mencobanya. Namun, ada juga yang penasaran dan akhirnya mencoba. Dwi mengatakan, wisata ini juga dimasukkan dalam paket wisata di BUMDes, yakni paket outbound.

“Meski jaraknya tidak terlalu jauh atau kurang lebih 100 meter, cukup banyak yang ingin mencoba. Dibandingkan dengan Wisata Tubing, wisata ini memang kurang diminati. Biasanya wisatawan yang memesan paket outbound sudah komplit dengan wisata flying fox ini. Kalau yang pesan paket flying fox saja, memang jarang,” jelasnya.

Dwi mengatakan, meski dibuka secara umum, tidak semua wisatawan bisa menikmatinya. Pihaknya hanya mengizinkan wisatawan yang berat badannya tidak lebih dari 60 kilogram.

“Peralatannya semua aman. Hanya saja beberapa kriteria kami ketatkan. Sebab, untuk menjaga keamanan wisatawan. Meski sejatinya wisata ini sudah ikut asuransi, tapi masak nyawa sebanding dengan asuransi,” ujarnya.

Tak jauh dari flying fox, juga terdapat lahan cukup luas yang difungsikan sebagai tempat camping. Di sana juga dilengkapi dengan pusat oleh-oleh dan kantin. Tempat yang bisa dimanfaatkan utnuk memulihkan energinya selepas berwisata.

“Wisatawan yang hendak camping bisa dilakukan di sini atau dekat dengan lokasi wisata Tubing. Tempatnya juga menarik, berada di pinggir Sungai Pancar Glagas,” ujarnya.

 

Siapkan Lokasi Baru Lintas Kecamatan

Sejatinya wisata flying fox Desa Sentul, Kecamatan Gading, menyajikan keindahan alam pertanian. Namun, lokasi di RT 3/RW 1 Desa Sentul, ini terus dievaluasi demi menarik perhatian wisatawan.

Wisata yang mampu memompa adrenalin ini selama ini menyajikan hijaunya lahan pertanian. Namun, kini rencananya akan dipindah karena ada pemandangan jalan desa yang dinilai kurang mengasyikkan.

“Akan kami pindah ke dekat Sungai Pancar Glagas yang menjadi rute wisata Tubing. Sama-sama di RT 1,” ujar Direktur BUMDes Sentul Adventure, Dwi Gusdianto.

Menurutnya, lokasi baru itu akan lebih menarik minat para wisatawan. Lokasinya cukup jauh dari permukiman atau jalan. Para wisatawan akan berseluncur lintas kecamatan. Sebab, lokasi awal meluncur wisatawan akan berada di wilayah Kecamatan Pakuniran dan berakhir di Kecamatan Gading.

“Wahananya nanti akan melintasi sungai, jadi wisatawan meluncur di atas sungai. Sehingga, tantangan dan pemandangannya akan lebih bagus. Start-finish-nya berada di kecamatan yang berbeda. Kalau yang sebelah timur masuk Kecamatan Pakuniran, yang sebelah barat masuk Kecamatan Gading,” jelasnya.

Lokasi baru ini diharapkan dapat makin mencuri perhatian wisatawan. Dwi juga optimistis, dengan lokasi melintasi sungai, nantinya para wisatawan yang sedang melakukan wisata Tubing juga akan tertarik. “Saat ada wisatawan yang sedang melakukan Tubing di sungai aliran Argopuro, ini akan kelihatan. Sebab tepat di atasnya,” ujarnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2