alexametrics
25 C
Probolinggo
Saturday, 27 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Evaluasi Jam Malam, Masih Temukan Pelanggaran Prokes

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Penerapan jam malam di Kota Probolinggo, terus dievaluasi. Termasuk oleh Bidang Keamanan, Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo. Hasilnya, dalam kebijakan yang diterapkan sejak 21 Desember 2020, itu masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Hal ini diungkapkan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo, Bidang Keamanan, Achmad Sudianto. “Evaluasi penerapan jam malam masih berjalan. Masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya, Sabtu (23/1).

Aturan Jam Malam Bikin Sejumlah PKL Probolinggo Terpukul

Namun, kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, ini enggan mengungkapkan pelanggaran prokes apa saja yang menjadi temuan selama evaluasi penerapan jam malam. Ketika disinggung mengenai usulan revisi, baik dari Komisi II DPRD maupun dari pelaku usaha, Sudianto enggan berbicara banyak. “Ditunggu saja, nanti kan ada saatnya untuk evaluasi,” ujarnya.

Keluh Kesah PKL Kota Probolinggo Hadapi Jam Malam

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, rekomendasi untuk revisi jam malam sudah disampaikan kepada Gugus Tugas Covid-19. “Rekomendasi disampaikan kepada Gugus Tugas, untuk ditindaklanjuti. Bagaimana keputusannya diserahkan kepada Gugus Tugas,” ujarnya.

Desak Revisi Jam Malam Kota Probolinggo, DPRD Tanyakan Cantolan Hukum

Fitri mengatakan, DKUPP merupakan bagian dari tim dalam Gugus Tugas. Namun, menurutnya, munculnya kebijakan penerapan jam malam dilakukan setelah dilakukan rapat dengan Gugus Tugas untuk menindaklanjuti tingginya angka pasien yang saat itu terpapar Covid.

Paketo Minta Revisi Aturan Jam Malam di Kota Probolinggo

Seperti diberitakan sebelumnya, pemberlakuan jam malam di Kota Probolinggo, sejak 21 Desember 2020, menuai protes dari berbagai pihak. Baik dari kalangan pedagang kaki lima (PKL) maupun pengusaha cafe dan restoran. Pemberlakuan jam malam mempengaruhi mereka, karena kegiatan usaha mereka justru ramai saat malam hari. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Penerapan jam malam di Kota Probolinggo, terus dievaluasi. Termasuk oleh Bidang Keamanan, Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo. Hasilnya, dalam kebijakan yang diterapkan sejak 21 Desember 2020, itu masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Hal ini diungkapkan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo, Bidang Keamanan, Achmad Sudianto. “Evaluasi penerapan jam malam masih berjalan. Masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya, Sabtu (23/1).

Aturan Jam Malam Bikin Sejumlah PKL Probolinggo Terpukul

Mobile_AP_Half Page

Namun, kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, ini enggan mengungkapkan pelanggaran prokes apa saja yang menjadi temuan selama evaluasi penerapan jam malam. Ketika disinggung mengenai usulan revisi, baik dari Komisi II DPRD maupun dari pelaku usaha, Sudianto enggan berbicara banyak. “Ditunggu saja, nanti kan ada saatnya untuk evaluasi,” ujarnya.

Keluh Kesah PKL Kota Probolinggo Hadapi Jam Malam

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, rekomendasi untuk revisi jam malam sudah disampaikan kepada Gugus Tugas Covid-19. “Rekomendasi disampaikan kepada Gugus Tugas, untuk ditindaklanjuti. Bagaimana keputusannya diserahkan kepada Gugus Tugas,” ujarnya.

Desak Revisi Jam Malam Kota Probolinggo, DPRD Tanyakan Cantolan Hukum

Fitri mengatakan, DKUPP merupakan bagian dari tim dalam Gugus Tugas. Namun, menurutnya, munculnya kebijakan penerapan jam malam dilakukan setelah dilakukan rapat dengan Gugus Tugas untuk menindaklanjuti tingginya angka pasien yang saat itu terpapar Covid.

Paketo Minta Revisi Aturan Jam Malam di Kota Probolinggo

Seperti diberitakan sebelumnya, pemberlakuan jam malam di Kota Probolinggo, sejak 21 Desember 2020, menuai protes dari berbagai pihak. Baik dari kalangan pedagang kaki lima (PKL) maupun pengusaha cafe dan restoran. Pemberlakuan jam malam mempengaruhi mereka, karena kegiatan usaha mereka justru ramai saat malam hari. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2