alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Seniman Ludruk Probolinggo Cak Mukadi Tutup Usia

MAYANGAN, Radar Bromo-Kota Probolinggo kembali berduka. Usai ditinggal tokoh agama dan pejabat, kali ini seorang seniman meninggal dalam kurun waktu yang berdekatan.

Seniman yang meninggal Senin (23/11) itu adalah Mukadi atau akrab disapa cak Mukadi. “Betul. Beliau (Cak Mukadi) Meninggal dunia tadi sekitar pukul 16.00 tadi,” ujar Sugeng, Koordinator Kampung Seni Jati saat dikonfirmasi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Cak Mukadi sakit sejak 1 hari sebelum dibawa ke RS. Cak Mukadi mengembuskan napas terakhir setelah dirujuk ke RSUD dr Moh Saleh.

Namun, Sugeng sendiri tak bisa memastikan sakit apa yang diderita seniman senior Kota Probolinggo ini. “Rencananya besok (Selasa) beliau (jenazah) akan dimakamkan di TPU setempat,” terang Sugeng.

Camat Mayangan Muhammad Abbas menjelaskan, Cak Mukadi mengeluh sakit sejak Minggu (22/11). Cak Mukadi sempat dibawa ke RS Dharma Husada untuk dirontgen karena keluhan sesak napas. “Tadi sore dibawa ke RSUD dan meninggal dunia disana. Insya Allah dimakamkan besok (Selasa) jam 7 di TPU Jati Sumber,” ujarnya. “Sekarang masih menunggu anaknya yang ada di Bali,” terangnya.

Meninggalnya Cak Mukadi membawa duka bagi dunia seni di Kota Probolinggo. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengaku, sudah mengenal lama sosok Mukadi karena juga sama-sama aktif di Dewan kesenian.

“Pak Mukadi itu masuk dalam pengurus dewan kesenian di Kesenian tradisional. Ada sekitar 6 tahunan aktif di Dewan kesenian,” terang Budi Kris.

Budi Kris telah mendengar kabar bahwa Mukadi telah sakit sejak 1 hari sebelum meninggal. “Sekarang posisi (jenazah) beliau sudah di rumah duka,” ujarnya.

Cak Mukadi adalah seniman Kota Probolinggo yang lekat dengan kesenian ludruk. Selain kerap tampil dalam kegiatan kesenian, laki-laki yang meninggal dalam usia 69 tahun ini juga tidak segan untuk tampil sebagai Master of Ceremony (MC).

Dengan humor-humor khasnya membuat suasana acara menjadi hidup. “Rencananya tanggal 30 November ada acara MC bersama beliau. Ternyata kok dapat kabar meninggal dunia,” ujar Okhe Rahardian, salah satu MC di Kota Probolinggo. (put/mie)

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU