alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Pembangunan Jembatan Kedungasem Molor Lagi

WONOASIH, Radar Bromo – Pembangunan jembatan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, sempat tertunda karena proses lelang gagal. Pengerjaan jembatan yang putus itu harus kembali molor. Pasalnya, dalam proses tender lelang proyek, ada sanggahan dari rekanan lain yang ikut tender lelang.

Padahal sebelumnya direncanakan pertengahan bulan November 2020 sudah mulai perjanjian kontrak pengerjaan. Sayangnya, akibat adanya sanggahan dalam proses lelang tender proyek tersebut, hingga kemarin pengerjaan pembangunan jembatan belum dimulai. Pasalnya, saat ini baru penetapan pemenang setelah proses sanggahan lelang tuntas.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi jembatan menyebutkan, belum ada aktivitas sama sekali terkait rencana pengerjaan jembatan tersebut. Kendaraan roda empat yang melintasi jembatan tersebut tetap menggunakan sistem bergantian. Kendaraan berat yang diperbolehkan melintas maksimal 8 ton. Sehingga tidak tampak ada kendaraan besar bus maupun truk yang melintasi jembatan tersebut.

Pejabat pembuat komitmen PPK jalan nasional wilayah Probolinggo Pasuruan Gempol Rudi Napitupulu saat dikonfirmasi mengatakan, jembatan belum mulai dikerjakan pembangunannya karena proses lelang tender proyek baru selesai. Informasi dari bagian pengadaan lelang saat ini baru misalkan tahap penetapan pemenang lelang.

“Awalnya memang direncanakan pertengahan bulan November sudah mulai kontrak pekerjaan. Tapi estimasi perkiraan itu saat proses lelang tender berjalan tidak ada sanggah. Ternyata informasi waktu proses lelang ada sanggahan dari rekanan lain. Sehingga masih harus menyelesaikan waktu masa sanggah dan jawabannya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Rudi menjelaskan, setelah proses penetapan pemenang lelang tender proyek jembatan tersebut selanjutnya tinggal menunggu proses kontrak pengerjaan. Diperkirakan bulan Desember sudah mulai menyentuh pengerjaan jembatan tersebut. Tentunya saat mulai mengerjakan pembangunan jembatan tersebut pihaknya harus membongkar jembatan bailey (daurat) tersebut lebih dulu.

”Selama proses pembangunan jembatan tersebut maka akses jalan tersebut harus ditutup total nantinya jembatan tersebut dibangun sepanjang 25 meter dan lebar 14 full dengan trotoarnya,” terangnya.

Diketahui, Sabtu (2/5), pilar bagian tengah jembatan Kedungasem ambrol. Pilar itu berada di sisi barat jembatan. Sedangkan pilar tengah sisi timur tidak ambrol, namun retak. Jembatan ini dibangun pada 1978 atau telah berusia 42 tahun. Jembatan yang memiliki panjang 18 meter ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan jalan menuju Lumajang dan Jember.

Hinga kemudian dibangunlah jembatan bailey atau jembatan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 7 meter. Jembatan yang hanya bisa menahan beban maksimal 5 ton itu mulai diujicobakan sejak 12 Mei 2020. (mas/fun)

WONOASIH, Radar Bromo – Pembangunan jembatan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, sempat tertunda karena proses lelang gagal. Pengerjaan jembatan yang putus itu harus kembali molor. Pasalnya, dalam proses tender lelang proyek, ada sanggahan dari rekanan lain yang ikut tender lelang.

Padahal sebelumnya direncanakan pertengahan bulan November 2020 sudah mulai perjanjian kontrak pengerjaan. Sayangnya, akibat adanya sanggahan dalam proses lelang tender proyek tersebut, hingga kemarin pengerjaan pembangunan jembatan belum dimulai. Pasalnya, saat ini baru penetapan pemenang setelah proses sanggahan lelang tuntas.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi jembatan menyebutkan, belum ada aktivitas sama sekali terkait rencana pengerjaan jembatan tersebut. Kendaraan roda empat yang melintasi jembatan tersebut tetap menggunakan sistem bergantian. Kendaraan berat yang diperbolehkan melintas maksimal 8 ton. Sehingga tidak tampak ada kendaraan besar bus maupun truk yang melintasi jembatan tersebut.

Pejabat pembuat komitmen PPK jalan nasional wilayah Probolinggo Pasuruan Gempol Rudi Napitupulu saat dikonfirmasi mengatakan, jembatan belum mulai dikerjakan pembangunannya karena proses lelang tender proyek baru selesai. Informasi dari bagian pengadaan lelang saat ini baru misalkan tahap penetapan pemenang lelang.

“Awalnya memang direncanakan pertengahan bulan November sudah mulai kontrak pekerjaan. Tapi estimasi perkiraan itu saat proses lelang tender berjalan tidak ada sanggah. Ternyata informasi waktu proses lelang ada sanggahan dari rekanan lain. Sehingga masih harus menyelesaikan waktu masa sanggah dan jawabannya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Rudi menjelaskan, setelah proses penetapan pemenang lelang tender proyek jembatan tersebut selanjutnya tinggal menunggu proses kontrak pengerjaan. Diperkirakan bulan Desember sudah mulai menyentuh pengerjaan jembatan tersebut. Tentunya saat mulai mengerjakan pembangunan jembatan tersebut pihaknya harus membongkar jembatan bailey (daurat) tersebut lebih dulu.

”Selama proses pembangunan jembatan tersebut maka akses jalan tersebut harus ditutup total nantinya jembatan tersebut dibangun sepanjang 25 meter dan lebar 14 full dengan trotoarnya,” terangnya.

Diketahui, Sabtu (2/5), pilar bagian tengah jembatan Kedungasem ambrol. Pilar itu berada di sisi barat jembatan. Sedangkan pilar tengah sisi timur tidak ambrol, namun retak. Jembatan ini dibangun pada 1978 atau telah berusia 42 tahun. Jembatan yang memiliki panjang 18 meter ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan jalan menuju Lumajang dan Jember.

Hinga kemudian dibangunlah jembatan bailey atau jembatan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 7 meter. Jembatan yang hanya bisa menahan beban maksimal 5 ton itu mulai diujicobakan sejak 12 Mei 2020. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/