alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

DPRD Soroti Pembangunan Pasar Baru Lagi

KANIGARAN, Radar Bromo – Fraksi Golkar dan Gerindra DPRD Kota Probolinggo menyoroti pembangunan pasar baru yang tidak kunjung selesai. Hal ini disampaikan dalam Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Probolinggo terhadap pembahasan APBD 2021.

Pemandangan Umum tersebut tidak dibacakan langsung oleh juru bicara fraksi. Dokumen diserahkan langsung kepada pimpinan rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo yang dihadiri Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pada Sabtu (21/11).

Fraksi Gerindra yang mempertanyakan realisasi pengerjaan proyek fisik pemerintah seperti Alun-alun dan pasar baru. Harapan masyarakat yang besar terhadap selesainya beberapa proyek High Iconic Kota Probolinggo seperti alun-alun. Bagaimana rencana realisasinya.”

Hal yang sama juga disampaikan oleh PU Fraksi Golkar yang mempertanyakan rencana penyelesaian pasar baru yang sampai saat ini tidak ada kepastian. Secara umum, masyarakat masih prihatin dengan kondisi Pasar baru sampai saat ini tidak ada kejelasan target penyelesaiannya. Saya kira kita tahu bahwa hal ini yang menjadi korban adalah rakyat, pelaku UKM, pedagang kecil, pertokoan, tukang becak, ojek, dan lain sebagainya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 menambah parahnya ekonomi di pasar baru. Padahal pembangunan pasar baru ini sudah beberapa tahun dilaksanakan, sudah 2 kepala daerah yang menjadi penanggung jawab tapi tidak terselesaikan,” begitu isi PU Fraksi Golkar.

Sementara itu Budiono Wirawan, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo menjelaskan bahwa untuk revitalisasi Pasar Baru telah dilakukan pengajuan Legal Opinion ke Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo. “Di samping itu juga telah ada MoU dengan DPRD Kota Probolinggo agar kegiatan revitalisasi pasar baru dapat dianggarkan pada tahun 2020-2021 dengan anggaran sebesar Rp 6 Miliar,” ujarnya.

Untuk pekerjaan fisik tahun 2021 telah disiapkan sejak P-APBD 2020. Sehingga dapat dilaksanakan pembangunan fisiknya di awal tahun 2021.

Saat dikonfirmasi setelah paripurna, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin memastikan bahwa Pasar baru akan tetap dilanjutkan pekerjaannya. “Pasti akan dikerjakan. Apalagi pembangunan pasar baru ini telah dilakukan sejak tahun 2015. Kami telah memiliki MoU dengan DPRD untuk menyelesaikan pembangunan Pasar baru,” ujarnya menegaskan kembali.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, dokumen lelang untuk pekerjaan Pasar Baru masih belum masuk dalam website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Terakhir dokumen pembangunan pasar baru telah diserahkan kembali dari DKUPP setelah proses verifikasi kepada Dinas pekerjaan Umum, penataan Ruang, perumahan dan kawasan permukiman (PUPR PERKIM). (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU