alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Momen HSN, Wali Kota Hadi: Santri Harus Siap Jadi Kader Dunia-Akhirat

KADEMANGAN, Radar Bromo – Menjadi santri bukan hal yang mudah. Selain harus memahami masalah keagamaan juga masalah kebangsaan. Dengan proses pendidikan yang telah ditempa tersebut, tentunya santri dipandang lebih siap sebagai kader urusan keagamaan dan kebangsaan.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Habib hadi Zainal Abidin usai memberikan sambutan pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Jumat (22/10). Peringatan HSN digelar di Ponpes Riyadlus Sholihin dan dihadiri sejumlah Forkopimda. Selain ratusan santri Riyadlus Sholihin dan Roudlatul Malikiyah, juga hadir 10 perwakilan santri dari 20 pondok pesantren yang ada di Kota Probolinggo.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menerangkan, HSN diperingati untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama saat penjajahan. Saat itu para santri dan ulama turut serta berjuang untuk membela bangsa. “Santri yang saat ini menjadi generasi penerus, tak perlu susah payah berjuang seperti masa sebelumnya. Kini santri harus bisa menunjukkan jati dirinya dengan potensi yang dimiliki,” tambahnya.

Di zaman sekarang, lanjut wali kota, santri harus lebih siap untuk menjadi kader. Baik dalam urusan keagamaan dan kebangsaan. Sebab, selain diberikan pemahaman tentang ilmu agama juga masalah kebangsaan.

KADEMANGAN, Radar Bromo – Menjadi santri bukan hal yang mudah. Selain harus memahami masalah keagamaan juga masalah kebangsaan. Dengan proses pendidikan yang telah ditempa tersebut, tentunya santri dipandang lebih siap sebagai kader urusan keagamaan dan kebangsaan.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Habib hadi Zainal Abidin usai memberikan sambutan pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Jumat (22/10). Peringatan HSN digelar di Ponpes Riyadlus Sholihin dan dihadiri sejumlah Forkopimda. Selain ratusan santri Riyadlus Sholihin dan Roudlatul Malikiyah, juga hadir 10 perwakilan santri dari 20 pondok pesantren yang ada di Kota Probolinggo.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menerangkan, HSN diperingati untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama saat penjajahan. Saat itu para santri dan ulama turut serta berjuang untuk membela bangsa. “Santri yang saat ini menjadi generasi penerus, tak perlu susah payah berjuang seperti masa sebelumnya. Kini santri harus bisa menunjukkan jati dirinya dengan potensi yang dimiliki,” tambahnya.

Di zaman sekarang, lanjut wali kota, santri harus lebih siap untuk menjadi kader. Baik dalam urusan keagamaan dan kebangsaan. Sebab, selain diberikan pemahaman tentang ilmu agama juga masalah kebangsaan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/