alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

TPAKD Kabupaten Probolinggo Beri Pendampingan Digitalisasi Bagi UMKM

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Percepatan pemulihan ekonomi nasional menjadi tugas banyak pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Jumat (23/10), melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Probolinggo, OJK Malang menggelar kegiatan Digitalisasi UMKM.

Kegiatan yang dilangsungkan di Pendapa Prasaja Ngesti Wibawa Pemkab Probolinggo itu, melibatkan 20 pelaku UMKM. Selama kegiatan, diterapkan physical distancing dan mencegah kerumunan. Peserta juga wajib memakai masker dan menyiapkan hand sanitizer.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, SE, M.Ak mengatakan, OJK Malang melalui TPAKD Kabupaten Probolinggo mendorong UMKM untuk beradaptasi terhadap perubahan perilaku pasar. Antara lain melalui digitalisasi UMKM.

Bagi OJK Malang, ini sebagai bentuk dukungan pengembangan UMKM di masa pandemi. Juga masih dalam dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan.

SAMBUTAN: Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, SE, M.Ak memberikan sambutan dalam kegiatan Digitalisasi UMKM. Pihaknya mendorong UMKM untuk beradaptasi pada perubahan perilaku pasar.

 

“Dalam kegiatan bulan inklusi keuangan ini, ada beberapa rangkaian kegiatan. Di antaranya, melalui TPAKD untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN),” katanya.

Menurutnya, program kerja TPAKD ini bertujuan untuk memberikan peningkatan keterampilan dan layanan digital bagi para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Bentuknya berupa pelatihan dan pendampingan kepada UMKM di Kabupaten Probolinggo.

“Diharapkan pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan Digital UMKM ini dapat ditingkatkan kompetensi digitalnya. Antara lain strategi bisnis, connecting to market place, social media handling, dan branding,” katanya.

Sugiarto menjelaskan, percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga menjadi perhatian pihaknya. Sebab, OJK tidak hanya diberi amanah untuk mengatur, mengawasi dan melindungi konsumen. Namun, juga diberi amanah untuk meningkatkan inklusi keuangan.

APRESIASI: Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengapresiasi OJK Malang dengan menginisiasi kegiatan Digitalisasi UMKM.

 

“Salah satunya dengan cara mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Jadi harapan besar kami, melalui digitalisasi UMKM ini ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19 bisa segera pulih dan berkembang,” katanya.

“Kami buat program pendampingan selama satu bulan dan evaluasi selama tiga bulan. Selain itu, nanti juga ada program penghargaan bagi UMKM yang marketplace-nya meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE Sangat mengapresiasi OJK Malang. Salah satunya dengan menginisiasi digitalisasi UMKM. “Apalagi para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan digitalisasi selama satu bulan dan dilanjutkan tiga bulan evaluasi,” katanya.

LAPORAN: Kabag Perekonomian dan SDA Kabupaten Probolinggo Ir. H. Susilo Isnadi memaparkan program Digitalisasi UMKM.

 

Menurutnya, Digitalisasi UKM adalah program yang bagus dan dapat meningkatkan daya tarik konsumen untuk membeli produk UMKM yang dijual. Sebab, melalui digitalisasi itu pemasarannya juga akan semakin luas.

“Saya bersyukur dan berterima kasih, salah satu jalan telah dibuka oleh Allah SWT. Yakni, melalui kehadiran OJK Malang. Semoga melalui pelatihan ini wawasan pelaku UMKM terkait pemanfaatan dunia digital meningkat. Serta bisa melek digital dan literasi keuangan,” katanya.

PROKES: Kegiatan Digitalisasi UMKM, Jumat (23/10) dihadiri 20 pelaku UMKM dan menerapkan protokol kesehatan.

 

Dalam Digitalisasi UMKM itu, TPAKD Kabupaten Probolinggo menghadirkan tim Jagoan Indonesia, yaitu sebuah inkubator atau pendampingan bisnis. Selain itu, pertemuan offline juga akan digelar pada Senin-Selasa (26-27/10). Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan online selama satu bulan, serta evaluasi selama tiga bulan.

“Nanti kami akan membuatkan instagram baru khusus produk. Kemudian akan kami buatkan marketplace dan akan kami bantu membuat kemasannya lebih menarik. Untuk koordinasi kami buat grup WhatsApp,” ujar Dias Satria, Founder Jagoan Indonesia yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Brawijaya Malang. (uno/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.