alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

RSUD Butuh Rp 30 Miliar Lebih agar Bisa Miliki Ruang Operasi Jantung

MAYANGAN, Radar Bromo – RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo terus berbenah. Tahun depan, targetnya memiliki fasilitas operasi jantung. Namun, untuk merealisasikannya, butuh anggaran tidak sedikit. Mencapai puluhan miliar.

Karena itu, pihak rumah sakit berencana membangun fasilitas ini dengan sistem kerja sama operasional (KSO) dengan salah satu rumah sakit di Jakarta. Dengan demikian, RSUD dr. Mohamad Saleh akan diuntungkan. Karena jika harus melakukan pengadaan sendiri, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 30 miliar.

Seperti diungkapkan Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo dr. Abraar HS Kuddah. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kamis (21/7), ia mengatakan, tahun depan RSUD berencana untuk menambah fasilitas ruang operasi jantung.

Penambahan fasilitas ini akan berkerja sama dengan pihak ketiga. Salah satunya rumah sakit di Jakarta. “Jika harus pengadaan, untuk alatnya saja, Rp 30 miliar lebih habis,” ujarnya.

Menurutnya, tambahan fasilitas ini nantinya bisa dimanfaatkan semua pasien. Baik pasien mandiri ataupun yang menggunakan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Mulai dari kelas 1 sampai 3 bisa menggunakannya. Karena itu, diharapkan dapat memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik.

Adanya rencana rumah sakit pelat merah ini diapresiasi Komisi III DPRD. Ketua Komisi III Agus Riyanto berharap, apa yang diungkapkan bisa direalisasikan di lapangan. Sehingga tidak ada lagi pembeda antara pasien BPJS dan mandiri. Termasuk BPJS mulai dari kelas 1, 2, dan 3.

“Semoga jika hal tersebut benar-benar terwujud, dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi warga Kota Probolinggo,” ujar politisi PDIP ini. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo terus berbenah. Tahun depan, targetnya memiliki fasilitas operasi jantung. Namun, untuk merealisasikannya, butuh anggaran tidak sedikit. Mencapai puluhan miliar.

Karena itu, pihak rumah sakit berencana membangun fasilitas ini dengan sistem kerja sama operasional (KSO) dengan salah satu rumah sakit di Jakarta. Dengan demikian, RSUD dr. Mohamad Saleh akan diuntungkan. Karena jika harus melakukan pengadaan sendiri, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 30 miliar.

Seperti diungkapkan Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo dr. Abraar HS Kuddah. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kamis (21/7), ia mengatakan, tahun depan RSUD berencana untuk menambah fasilitas ruang operasi jantung.

Penambahan fasilitas ini akan berkerja sama dengan pihak ketiga. Salah satunya rumah sakit di Jakarta. “Jika harus pengadaan, untuk alatnya saja, Rp 30 miliar lebih habis,” ujarnya.

Menurutnya, tambahan fasilitas ini nantinya bisa dimanfaatkan semua pasien. Baik pasien mandiri ataupun yang menggunakan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Mulai dari kelas 1 sampai 3 bisa menggunakannya. Karena itu, diharapkan dapat memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik.

Adanya rencana rumah sakit pelat merah ini diapresiasi Komisi III DPRD. Ketua Komisi III Agus Riyanto berharap, apa yang diungkapkan bisa direalisasikan di lapangan. Sehingga tidak ada lagi pembeda antara pasien BPJS dan mandiri. Termasuk BPJS mulai dari kelas 1, 2, dan 3.

“Semoga jika hal tersebut benar-benar terwujud, dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi warga Kota Probolinggo,” ujar politisi PDIP ini. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/