Kota Probolinggo Masuk Zona Kuning dengan Risiko Rendah

KANIGARAN, Radar Bromo – Kota Probolinggo dinyatakan masuk zona kuning penyebaran Covid-19. Namun, warga dipastikan tetap masih bisa beraktivitas seperti biasanya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Informasi yang kami terima, zona risiko Kota Probolinggo masuk zona kuning dengan risiko rendah. Artinya, untuk penyebaran terkendali, tetapi masih ada kemungkinan transisi,” ujar Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri saat pers rilis secara virtual, Selasa (21/7) sore.

Menyikapi ditetapkannya Kota Probolinggo sebagai zona kuning, kata Subri, ada beberapa rekomendasi yang cukup penting. Di antaranya, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar rumah dengan protokol kesehatan yang ketat. Serta, terus menjaga jarak di dalam dan di luar ruangan. Termasuk di dalam sarana trasportasi publik.

Untuk industri atau aktivitas publik lainnya, bisa dilakukan dengan protokol kesehatan. Bagi kelompok yang rentan, diimbau tetap berada di dalam rumah. “Kelomok rentan ini, di antaranya anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. Tapi, sebaiknya bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang urgen, maka diimbau untuk tidak keluar rumah,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menegaskan, sesuai intrustruksi dari Pemerintah Pusat, terkait Satgas Penanganan Covid-19 digantikan dengan komite. Dengan arahan lebih kepada pemberdayaan ekonomi. “Terkait dengan penyembuhan Covid-19, ada di dalamnya. Kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Sebab, jika sudah terkena, baru menyesal,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Probolinggo kemarin bertambah 3 orang. Karenanya, total menjadi 166 orang. Dari jumlah itu, sejumlah 116 dinyatakan sembuh, 45 masih menjalani perawatan, dan 5 orang meninggal dunia. (rpd/rud)