alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Sapi Terjangkit PMK di Kab Probolinggo Tembus 11.314, 96 Mati

PROBOLINGGO, Radar BromoPenyebaran kasus penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus meluas. Hingga Kamis pagi (23/6), ternak sapi yang terpapar PMK tembus 11.314 ekor. Bahkan, sudah ada 96 ekor ternak sapi yang mati karena terjangkit PMK. Upaya penanganan PMK masih menunggu vaksin datang.

Medik Veteriner Muda Disperta (Dinas Pertanian) Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, hewan ternak yang terpapar PMK terus bertambah saat ini. Termasuk hewan ternak yang mati karena PMK juga meningkat. Khususnya, ternak sapi.

”Sampai hari ini (kemarin, red) ada 11.314 ekor sapi yang terpapar PMK. Sapi potong ada  8.870 ekor dan 2.444 ekor sapi perah. Untuk sapi yang mati juga bertambah, sapi potong mati ada 43 dan sapi perah ada 53 ekor. Jadi sudah ada 96 ekor sapi yang mati karena terserang PMK,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Niko mengaku, pihaknya selama ini selalu memberikan pengobatan kepada ternak yang sakit. Namun, semua itu tergantung kepada imunitas tubuh hewan. Imunitas tubuh hewan ini tergantung dari higiene sanitasi yang dilakukan oleh para peternak. Serta asupan makanan yang diberikan kepada ternaknya.

“Dinas Pertanian, khususnya petugas teknis peternakan kecamatan di lapangan sudah melakukan upaya optimal untuk memberikan terapi obat-obatan maupun penyemprotan disinfektan kepada ternak,” katanya.

Vaksin PMK sendiri, menurutnya, diperkirakan dalam pekan ini datang. Namun, yang harus diingat, vaksin itu bukan penyembuh atau bukan obat.

”Vaksin PMK bukan penyembuh bagi sapi yang terpapar PMK. Tetapi, upaya mencegah terjadi penyebaran PMK dengan memberikan vaksin pada sapi yang sehat. Jadi vaksin PMK itu hanya bisa disuntikkan pada sapi yang sehat,” terangnya. (mas/hn)

PROBOLINGGO, Radar BromoPenyebaran kasus penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus meluas. Hingga Kamis pagi (23/6), ternak sapi yang terpapar PMK tembus 11.314 ekor. Bahkan, sudah ada 96 ekor ternak sapi yang mati karena terjangkit PMK. Upaya penanganan PMK masih menunggu vaksin datang.

Medik Veteriner Muda Disperta (Dinas Pertanian) Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, hewan ternak yang terpapar PMK terus bertambah saat ini. Termasuk hewan ternak yang mati karena PMK juga meningkat. Khususnya, ternak sapi.

”Sampai hari ini (kemarin, red) ada 11.314 ekor sapi yang terpapar PMK. Sapi potong ada  8.870 ekor dan 2.444 ekor sapi perah. Untuk sapi yang mati juga bertambah, sapi potong mati ada 43 dan sapi perah ada 53 ekor. Jadi sudah ada 96 ekor sapi yang mati karena terserang PMK,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Niko mengaku, pihaknya selama ini selalu memberikan pengobatan kepada ternak yang sakit. Namun, semua itu tergantung kepada imunitas tubuh hewan. Imunitas tubuh hewan ini tergantung dari higiene sanitasi yang dilakukan oleh para peternak. Serta asupan makanan yang diberikan kepada ternaknya.

“Dinas Pertanian, khususnya petugas teknis peternakan kecamatan di lapangan sudah melakukan upaya optimal untuk memberikan terapi obat-obatan maupun penyemprotan disinfektan kepada ternak,” katanya.

Vaksin PMK sendiri, menurutnya, diperkirakan dalam pekan ini datang. Namun, yang harus diingat, vaksin itu bukan penyembuh atau bukan obat.

”Vaksin PMK bukan penyembuh bagi sapi yang terpapar PMK. Tetapi, upaya mencegah terjadi penyebaran PMK dengan memberikan vaksin pada sapi yang sehat. Jadi vaksin PMK itu hanya bisa disuntikkan pada sapi yang sehat,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/