alexametrics
30 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Peternak Terdampak PMK di Probolinggo Keluhkan Tak Ada Bantuan Pengobatan

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengaku, turut prihatin atas yang dialami para peternak akibat wabah PMK. Menurutnya, wabah PMK terjadi pada semua hewan ternak.

Karena itu, peternak harus menjaga hewannya yang sehat supaya tidak tertular virus PMK. Bila sudah memberikan pakan pada ternak yang sakit, peternak diharapkan tidak langsung pindah ke ternak yang sehat. Namun, harus membersihkan badan dan pakaian lebih dulu. Sehingga yang sakit tidak tertular.

“Hewan yang terpapar PMK, kandang dan lukanya harus selalu dibersihkan. Pada hewan ternak yang tidak mau makan, para peternak harus merawat secara intensif agar daya tubuh hewan tetap terjaga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Terpisah, Medik Veteriner Muda Disperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, selama ini pihaknya sudah optimal turun untuk menangani ternak yang terpapar PMK. Obat-obatan dan vitamin yang ada memang masih terbatas. Namun, virus PMK itu hingga saat ini belum ditemukan obatnya yang dapat menyembuhkan langsung.

Meski demikian, virus PMK itu dapat secara perlahan ditangani. Pembersihan dalam dilakukan menggunakan air detergen, cairan garang asem, air panas, ataupun disemprotkan cairan disinfektan.

Pihaknya berharap peternak untuk melaporkan pada petugas saat hewan ternaknya ada gejala terpapar PMK. Sehingga bisa langsung dilakukan penanganan oleh petugas di lapangan.

”Tanggung jawab untuk menyembuhkan ternak yang terpapar PMK itu dari peternak sendiri. Kami dari petugas hanya dapat membantu untuk proses penanganannya. Kami tidak dapat nungguin ternak sakit terus menerus,” terangnya. (mas/hn)

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengaku, turut prihatin atas yang dialami para peternak akibat wabah PMK. Menurutnya, wabah PMK terjadi pada semua hewan ternak.

Karena itu, peternak harus menjaga hewannya yang sehat supaya tidak tertular virus PMK. Bila sudah memberikan pakan pada ternak yang sakit, peternak diharapkan tidak langsung pindah ke ternak yang sehat. Namun, harus membersihkan badan dan pakaian lebih dulu. Sehingga yang sakit tidak tertular.

“Hewan yang terpapar PMK, kandang dan lukanya harus selalu dibersihkan. Pada hewan ternak yang tidak mau makan, para peternak harus merawat secara intensif agar daya tubuh hewan tetap terjaga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Terpisah, Medik Veteriner Muda Disperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, selama ini pihaknya sudah optimal turun untuk menangani ternak yang terpapar PMK. Obat-obatan dan vitamin yang ada memang masih terbatas. Namun, virus PMK itu hingga saat ini belum ditemukan obatnya yang dapat menyembuhkan langsung.

Meski demikian, virus PMK itu dapat secara perlahan ditangani. Pembersihan dalam dilakukan menggunakan air detergen, cairan garang asem, air panas, ataupun disemprotkan cairan disinfektan.

Pihaknya berharap peternak untuk melaporkan pada petugas saat hewan ternaknya ada gejala terpapar PMK. Sehingga bisa langsung dilakukan penanganan oleh petugas di lapangan.

”Tanggung jawab untuk menyembuhkan ternak yang terpapar PMK itu dari peternak sendiri. Kami dari petugas hanya dapat membantu untuk proses penanganannya. Kami tidak dapat nungguin ternak sakit terus menerus,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/