alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Pertumbuhan Penduduk di Kota Probolinggo Bergeser ke Selatan

KADEMANGAN, Radar Bromo- Laju pertumbuhan penduduk di Kota Probolinggo mulai bergeser. Kini laju pertumbuhan tertinggi berada di wilayah selatan. Kecamatan Kedopok, menjadi kecamatan dengan laju tertinggi sebesar 2,13 persen dalam setahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, sebelumnya, pada sensus penduduk tahun 2010, laju tertinggi berada di Kecamatan Kademangan. Dengan persentase sebesar 1,89 persen dalam setahun.

Kemudian, diikuti Kecamatan Kedopok sebesar 1,72 persen; Kecamatan Wonoasih 1,29 persen; Kecamatan Kanigaran sebesar 1,09 persen; dan terakhir Kecamatan Mayangan 0,79 persen.

Namun, dari survei tahun 2020, laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Kedopok. Setelah itu, diikuti Kecamatan Kademangan 1,08 persen; Kecamatan Wonoasih 1,03 persen; Kecamatan Kanigaran 0,95 persen; dan terakhir Kecamatan Mayangan 0,21 persen.

“Laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Mayangan, terus menurun. Pada 2020 malah hanya 0,21 persen. Ini menunjukkan adanya kecenderungan warga di Mayangan untuk tinggal di kecamatan lain,” jelasnya, kemarin (22/6).

Laju pertumbuhan penduduk ini ditentukan dari jumlah penduduk ditambah dengan penduduk yang lahir. Kemudian, dikurangi penduduk yang meninggal. Ditambah penduduk yang datang dan dikurangi dengan penduduk yang pindah.

Pria asal Kabupeten Tulungagung ini menyebutkan, laju pertumbuhan penduduk yang mulai berubah ini tidak terlepas dari adanya fenomena pergeseran penduduk. Banyak masyarakat Kota Probolinggo yang memilih tinggal di Kecamatan Kedopok karena di sini banyak perumahan baru.

KADEMANGAN, Radar Bromo- Laju pertumbuhan penduduk di Kota Probolinggo mulai bergeser. Kini laju pertumbuhan tertinggi berada di wilayah selatan. Kecamatan Kedopok, menjadi kecamatan dengan laju tertinggi sebesar 2,13 persen dalam setahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, sebelumnya, pada sensus penduduk tahun 2010, laju tertinggi berada di Kecamatan Kademangan. Dengan persentase sebesar 1,89 persen dalam setahun.

Kemudian, diikuti Kecamatan Kedopok sebesar 1,72 persen; Kecamatan Wonoasih 1,29 persen; Kecamatan Kanigaran sebesar 1,09 persen; dan terakhir Kecamatan Mayangan 0,79 persen.

Namun, dari survei tahun 2020, laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Kedopok. Setelah itu, diikuti Kecamatan Kademangan 1,08 persen; Kecamatan Wonoasih 1,03 persen; Kecamatan Kanigaran 0,95 persen; dan terakhir Kecamatan Mayangan 0,21 persen.

“Laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Mayangan, terus menurun. Pada 2020 malah hanya 0,21 persen. Ini menunjukkan adanya kecenderungan warga di Mayangan untuk tinggal di kecamatan lain,” jelasnya, kemarin (22/6).

Laju pertumbuhan penduduk ini ditentukan dari jumlah penduduk ditambah dengan penduduk yang lahir. Kemudian, dikurangi penduduk yang meninggal. Ditambah penduduk yang datang dan dikurangi dengan penduduk yang pindah.

Pria asal Kabupeten Tulungagung ini menyebutkan, laju pertumbuhan penduduk yang mulai berubah ini tidak terlepas dari adanya fenomena pergeseran penduduk. Banyak masyarakat Kota Probolinggo yang memilih tinggal di Kecamatan Kedopok karena di sini banyak perumahan baru.

MOST READ

BERITA TERBARU

/