alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Ojek Kuda Bromo yang Minta Uang saat Direkam Akhirnya Minta Maaf

SUKAPURA, Radar Bromo­-Oknum ojek kuda di wisata Gunung Bromo yang meminta uang pada wisatawan lantaran merekam tanpa izin, akhirnya terungkap. Ia adalah Suyono, 52, warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Suyono pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Rabu (22/6).

Permintaan maaf itu direkam dalam video berdurasi 48 detik. Suyono dalam video itu mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya pada Aldi, pemilik akun TikTok @aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Bahkan, Aldi asal Muncar, Kabupaten Banyuwangi, yang mengunggah video itu menyebut persoalan tersebut hanya salah paham dan sudah selesai. Aldi dalam video klarifikasi pun mengajak masyarakat berkunjung kembali ke wisata Gunung Bromo.

“Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono, pemandu kuda di wisata Gunung Bromo. Meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun TikTok aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi,” ungkapnya dalam video permintaan maaf yang diunggah di media sosial tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama TNI dan Balai Besar TNBTS untuk menindaklanjuti video viral sebelumnya.

Dalam video itu, ada oknum ojek kuda yang merasa tersinggung telah direkam dari belakang secara diam-diam. Oknum ojek kuda itu pun meminta uang Rp 50 ribu pada wisatawan yang merekam tanpa izin tersebut.

Gempar Wisatawan Bromo Diminta Bayar usai Videokan Kuda

“Kepolisian bersama TNI dan TNBTS turun tangan dengan memberikan hukuman untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Langkah cepat ini dilakukan untuk mewujudkan sikap humanis dan menjaga kearifan budaya lokal,” katanya.

Kapolres Probolinggo pun berharap Suyono menyadari dan menjadi jera atas apa yang dilakukannya. Sebab, dia tak hanya menyakiti perasaan wisatawan dan masyarakat luas, juga bisa melanggar hukum.

Permintaan maaf yang disampaikan oleh Suyono dengan mengakui kesalahan dan tidak mengulangi lagi, adalah sebagai bentuk hukuman efek jera. Serta, mengedepankan kondusifitas dan edukasi.

“Mengingat iktikad baik pelaku, maka masalah ini diselesaikan dengan restorative justice. Apalagi saat ini sektor pariwisata Gunung Bromo mulai bangkit pascapandemi Covid-19,” ungkapnya. (mas/hn)

SUKAPURA, Radar Bromo­-Oknum ojek kuda di wisata Gunung Bromo yang meminta uang pada wisatawan lantaran merekam tanpa izin, akhirnya terungkap. Ia adalah Suyono, 52, warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Suyono pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Rabu (22/6).

Permintaan maaf itu direkam dalam video berdurasi 48 detik. Suyono dalam video itu mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya pada Aldi, pemilik akun TikTok @aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Bahkan, Aldi asal Muncar, Kabupaten Banyuwangi, yang mengunggah video itu menyebut persoalan tersebut hanya salah paham dan sudah selesai. Aldi dalam video klarifikasi pun mengajak masyarakat berkunjung kembali ke wisata Gunung Bromo.

“Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono, pemandu kuda di wisata Gunung Bromo. Meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun TikTok aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi,” ungkapnya dalam video permintaan maaf yang diunggah di media sosial tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama TNI dan Balai Besar TNBTS untuk menindaklanjuti video viral sebelumnya.

Dalam video itu, ada oknum ojek kuda yang merasa tersinggung telah direkam dari belakang secara diam-diam. Oknum ojek kuda itu pun meminta uang Rp 50 ribu pada wisatawan yang merekam tanpa izin tersebut.

Gempar Wisatawan Bromo Diminta Bayar usai Videokan Kuda

“Kepolisian bersama TNI dan TNBTS turun tangan dengan memberikan hukuman untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Langkah cepat ini dilakukan untuk mewujudkan sikap humanis dan menjaga kearifan budaya lokal,” katanya.

Kapolres Probolinggo pun berharap Suyono menyadari dan menjadi jera atas apa yang dilakukannya. Sebab, dia tak hanya menyakiti perasaan wisatawan dan masyarakat luas, juga bisa melanggar hukum.

Permintaan maaf yang disampaikan oleh Suyono dengan mengakui kesalahan dan tidak mengulangi lagi, adalah sebagai bentuk hukuman efek jera. Serta, mengedepankan kondusifitas dan edukasi.

“Mengingat iktikad baik pelaku, maka masalah ini diselesaikan dengan restorative justice. Apalagi saat ini sektor pariwisata Gunung Bromo mulai bangkit pascapandemi Covid-19,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/