alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Siapkan Generasi Unggul, Pemdes Sekarkare Dringu Rehab Gedung TK

Anggaran sebesar Rp 65 juta disiapkan untuk pembangunan TPT sepanjang 145 meter dengan tinggi 1,10 meter itu. Proyek TPT itu diharapkan bisa menguatkan jalan yang menghubungkan Desa Sekarkare dengan Desa Mranggonlawang, Dringu.

Kasi Pemerintahan pada Desa Sekarkare, Silaturahman menerangkan, pembangunan TPT yang dilakukan awal tahun itu, kini sudah rampung. Ada beberapa tujuan terkait pembangunan TPT itu. Diantaranya, untuk menahan agar tanah tidak longsor. Sehingga mengikis jalan yang sudah ada.

“Jika tidak dibuat TPT, maka dikawatirkan tanahnya longsor. Sementara kami juga punya kewajiban menjaga jalan yang sebelumnya sudah diaspal itu,” terang Silaturahman saat didampingi sekdes Saiful.

Jumlah penduduk Desa Sekarkare mencapai 1.285 jiwa. Mayoritas warga setempat bekerja sebagai buruh tani dan juga buruh ternak. Pemdes setempat pun berupaya memperbaiki akses, termasuk akses ke lahan pertanian.

Sejumlah jalan setapak di desa setempat saat ini juga telah dipavingisasi. Nah, tahun ini, fokus menguatkan jalan dengan pembangunan TPT. “Jika tidak dibangun TPT ini, tanahnya akan bisa terkikis. Sehingga, jalanya juga bisa sempit. Sementara itu, kan sudah diaspal. Jadi, kan eman mas,” tuturnya.

Tak hanya fokus infrastruktur. Pemulihan ekonomi usai dihantam pandemi juga terus dilakukan. Tahun ini Pemdes Sekarkare juga menyisihkan 40 persen anggaran desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tahun ini, ada sebanyak 84 warga yang mendapatkan BLT DD sebesar Rp 300 ribu tersebut. (rpd/mie) 

Anggaran sebesar Rp 65 juta disiapkan untuk pembangunan TPT sepanjang 145 meter dengan tinggi 1,10 meter itu. Proyek TPT itu diharapkan bisa menguatkan jalan yang menghubungkan Desa Sekarkare dengan Desa Mranggonlawang, Dringu.

Kasi Pemerintahan pada Desa Sekarkare, Silaturahman menerangkan, pembangunan TPT yang dilakukan awal tahun itu, kini sudah rampung. Ada beberapa tujuan terkait pembangunan TPT itu. Diantaranya, untuk menahan agar tanah tidak longsor. Sehingga mengikis jalan yang sudah ada.

“Jika tidak dibuat TPT, maka dikawatirkan tanahnya longsor. Sementara kami juga punya kewajiban menjaga jalan yang sebelumnya sudah diaspal itu,” terang Silaturahman saat didampingi sekdes Saiful.

Jumlah penduduk Desa Sekarkare mencapai 1.285 jiwa. Mayoritas warga setempat bekerja sebagai buruh tani dan juga buruh ternak. Pemdes setempat pun berupaya memperbaiki akses, termasuk akses ke lahan pertanian.

Sejumlah jalan setapak di desa setempat saat ini juga telah dipavingisasi. Nah, tahun ini, fokus menguatkan jalan dengan pembangunan TPT. “Jika tidak dibangun TPT ini, tanahnya akan bisa terkikis. Sehingga, jalanya juga bisa sempit. Sementara itu, kan sudah diaspal. Jadi, kan eman mas,” tuturnya.

Tak hanya fokus infrastruktur. Pemulihan ekonomi usai dihantam pandemi juga terus dilakukan. Tahun ini Pemdes Sekarkare juga menyisihkan 40 persen anggaran desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tahun ini, ada sebanyak 84 warga yang mendapatkan BLT DD sebesar Rp 300 ribu tersebut. (rpd/mie) 

MOST READ

BERITA TERBARU

/