Pencairan Penerima PKH Meningkat Jelang Lebaran

MENINGKAT: Pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bebeapa waktu lalu. menjelang hari raya indul fitri mengalami peningkatan. Saat ini sudah mencapai 95 persen. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo Menjelang hari raya, jumlah kebutuhan semakin meningkat. Kendati adanya larangan untuk mudik, antusiasme warga untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya sekaligus kebutuhan di tengah pandemi cukup tinggi. Begitu pula pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang saat ini sudah mencapai 95 persen.

Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Fathurrozi Amien menuturkan, kenaikan pencairan bantuan sosial PKH memang sudah diprediksikan sebelumnya. Yang mana, sebelumnya KPM sengaja tidak melakukan pengambilan karena ingin melakukan pengambilan bansos dua bulan sekaligus. Hal ini dilakukan supaya jumlah nominal bantuan yang diterima lebih banyak.

“Dari 93.444 penerima bantuan sosial PKH, 95 persen sudah mencairkan. Atau sampai dengan Mei pada pekan kedua, tersisa tiga ribu KPM yang masih belum mencairkan. Angka ini telah mengalami kenaikan dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, angka pencairan akan terus meningkat sampai dengan hari raya tiba. Mengingat kebutuhan saat pandemi Covid-19 sekaligus kebutuhan menjelang hari raya. Jika dibandingkan dengan hari biasa, kebutuhan menjelang hari raya akan mengalami kenaikan dua sampai tiga kali lipat.

“Kenaikan kebutuhan memang terjadi saat menjelang hari raya, tak heran jika pencairan bantuan sosial PKH juga meningkat,” pungkasnya.

Mekanisme panyaluran bantuan sosial yang lebih mudah. Akibat diubahnya kebijakan penyaluran yang semula dilakukan setiap triwulan menjadi setiap bulan. Membuat KPM dapat mencairkan bantuan sosial dengan mudah sesuai dengan tingkat kebutuhan. Dalam pelaksanaan pencairan bansos PKH tetap harus memperhatikan protokoler kesehatan dan social distancing yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

“Tetap kami terapkan protokoler kesehatan dan sistem pencairan dilakukan secara bergantian untuk menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi tejadi penyebaran Covid-19,” terangnya. (ar/fun)