Maksimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Agar Ketahanan Pangan Terjaga

DRINGU, Radar Bromo – Ketahanan pangan di tengah pandemi memang perlu diperhatikan serius. Perlu ada kebijakan khusus agar ketahanan pangan dapat terwujud. Salah satunya dengan mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk petani.

Dalam kondisi pandemi saat ini, penyaluran pupuk harus dapat dilakukan secara maksimal. Alokasi pupuk bersubsidi dari pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo harus tepat. Sebab, ketersediaan pupuk memilik peranan penting dalam produktivitas pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan di tengah wabah.

“Penyaluran lima jenis pupuk bersubsidi terus kami lakukan saat kondisi pandemi seperti saat ini guna mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Bambang Suprayitno.

Menurutnya, hingga April realisasi penyaluran pupuk jenis Urea telah mencapai 14.703 ton, ZA 6.849 ton, SP-36 1.443 ton, NPK 4.496 ton, dan organik sebanyak 749 ton. Jumlah tersebut tentunya akan mengalami kenaikan. Sebab, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan bertanam.

“Terus kami maksimalkan alokasi pupuk yang sudah ditentukan oleh pusat, hal ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan produktivitas hasil petanian,” tandasnya. Sejak Maret lalu, terjadi kenaikan alokasi lima jenis pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo yakni urea, ZA, SP-36, NPK, dan pupuk organik. (ar/fun)