alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Warga di Tiris Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

TIRIS, Radar Bromo – Warga Andungsari, Kecamatan Tiris mendadak gempar. Pasalnya Neman, 54, warga Dusun Segaran Duwes. Meninggal dunia di pinggir jalan kebun kopi tak jauh dari rumahnya, Sabtu (23/4) pagi. Pada tubuh korban ditemukan luka bacokan. Diduga korban meninggal karena dibunuh.

Sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 08.00 korban berpamitan akan ke kebun kopi miliknya. Menggunakan motor Honda Revo miliknya, korban berangkat ke kebun yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara rumahnya.

“Memang sudah biasa pergi ke kebun untuk mengecek kebun kopi miliknya. Pihak keluarga pun sebelumnya tidak merasa curiga,” ujar Sekretaris Desa Andungsari, Ludianto.

Satu jam kemudian, sekitar kebun milik Neman mendadak ramai. Hingga akhirnya keramaian itu didengar oleh perangkat desa setempat. Lantas mendatangi tempat kejadian. Benar saja Neman telah ditemukan meninggal dunia dekat dengan kebunnya. Korban meninggal dekat motor milik korban yang saat kejadian ditinggal begitu saja.

“Sebelumnya sudah ramai jika ada kabar Neman meninggal, saya langsung mengecek lokasi kejadian. Saat saya datang sudah ramai warga sekitar. Pada tubuh korban ada bekas bacokan. Kemungkinan korban meninggal karena dibunuh,” bebernya.

Perangkat desa setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tiris. Polisi pun segera mendatangi dan melakukan olah TKP. Sesampainya di TKP kondisi begitu ramai warga yang penasaran dan berkerumun. Untuk mempermudah olah TKP kemudian polisi memasang garis polisi.

“Situasi saat itu ramai sehingga kami beri garis polisi. Untuk mempermudah proses olah TKP,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi.

TIRIS, Radar Bromo – Warga Andungsari, Kecamatan Tiris mendadak gempar. Pasalnya Neman, 54, warga Dusun Segaran Duwes. Meninggal dunia di pinggir jalan kebun kopi tak jauh dari rumahnya, Sabtu (23/4) pagi. Pada tubuh korban ditemukan luka bacokan. Diduga korban meninggal karena dibunuh.

Sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 08.00 korban berpamitan akan ke kebun kopi miliknya. Menggunakan motor Honda Revo miliknya, korban berangkat ke kebun yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara rumahnya.

“Memang sudah biasa pergi ke kebun untuk mengecek kebun kopi miliknya. Pihak keluarga pun sebelumnya tidak merasa curiga,” ujar Sekretaris Desa Andungsari, Ludianto.

Satu jam kemudian, sekitar kebun milik Neman mendadak ramai. Hingga akhirnya keramaian itu didengar oleh perangkat desa setempat. Lantas mendatangi tempat kejadian. Benar saja Neman telah ditemukan meninggal dunia dekat dengan kebunnya. Korban meninggal dekat motor milik korban yang saat kejadian ditinggal begitu saja.

“Sebelumnya sudah ramai jika ada kabar Neman meninggal, saya langsung mengecek lokasi kejadian. Saat saya datang sudah ramai warga sekitar. Pada tubuh korban ada bekas bacokan. Kemungkinan korban meninggal karena dibunuh,” bebernya.

Perangkat desa setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tiris. Polisi pun segera mendatangi dan melakukan olah TKP. Sesampainya di TKP kondisi begitu ramai warga yang penasaran dan berkerumun. Untuk mempermudah olah TKP kemudian polisi memasang garis polisi.

“Situasi saat itu ramai sehingga kami beri garis polisi. Untuk mempermudah proses olah TKP,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/