alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Jelang Lebaran Kue Banjar di Probolinggo Makin Diburu

WONOASIH, Radar Bromo – Kue banjar, jarang ditemui pada hari-hari biasa. Namun, memasuki Ramadan, terutama menjelang Lebaran, kue ini banyak diburu orang. Bahkan, pesanan kepada produsen naik berlipat-lipat.

Salah serang perajin kue banjar itu adalah Faridha Ruhmi, 62. Warga RT 3/RW 3, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Perempuan empat anak ini mengatakan, tidak banyak orang yang memproduksi dan memesan kue banjar. Tetapi, memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran, pemesan terus berdatangan.

“Peminatnya mayoritas saat Ramadan dan Lebaran. Kalau hari-hari biasa atau pada bulan biasa, palingan pesenan untuk lamaran saja. Itu pun tidak banyak,” ujarnya, Jumat (22/4).

PEMESAN BERLIPAT: Proses pembuatan kue banjar. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Pembuat kue banjar juga cukup jarang. Karena proses pembuatanya butuh tenaga dan ketelatenan ekstra. Sementara, harga jualnya terbilang murah. “Bukan karena resepnya yang rahasia. Semua orang tahu kok, pakai tepung ketan, telur, dan resep seperti kue biasa,” ujarnya.

Faridha mengatakan, kue banjar tanpa pewarna dan baking soda. Dibandingkan kue biasa, katanya, keuntungannya jika dijual, jauh lebih banyak kue biasa. “Seperti putri salju atau lainnya, mungkin ini yang membuat tidak banyak yang mau membuatnya,” ujarnya.

WONOASIH, Radar Bromo – Kue banjar, jarang ditemui pada hari-hari biasa. Namun, memasuki Ramadan, terutama menjelang Lebaran, kue ini banyak diburu orang. Bahkan, pesanan kepada produsen naik berlipat-lipat.

Salah serang perajin kue banjar itu adalah Faridha Ruhmi, 62. Warga RT 3/RW 3, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Perempuan empat anak ini mengatakan, tidak banyak orang yang memproduksi dan memesan kue banjar. Tetapi, memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran, pemesan terus berdatangan.

“Peminatnya mayoritas saat Ramadan dan Lebaran. Kalau hari-hari biasa atau pada bulan biasa, palingan pesenan untuk lamaran saja. Itu pun tidak banyak,” ujarnya, Jumat (22/4).

PEMESAN BERLIPAT: Proses pembuatan kue banjar. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Pembuat kue banjar juga cukup jarang. Karena proses pembuatanya butuh tenaga dan ketelatenan ekstra. Sementara, harga jualnya terbilang murah. “Bukan karena resepnya yang rahasia. Semua orang tahu kok, pakai tepung ketan, telur, dan resep seperti kue biasa,” ujarnya.

Faridha mengatakan, kue banjar tanpa pewarna dan baking soda. Dibandingkan kue biasa, katanya, keuntungannya jika dijual, jauh lebih banyak kue biasa. “Seperti putri salju atau lainnya, mungkin ini yang membuat tidak banyak yang mau membuatnya,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/