alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Juli Mulai Pembelajaran Tatap Muka di Kota Probolinggo  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo–Pembelajaran tatap muka  (PTM) di Kota Probolinggo akan dimulai 12 Juli mendatang. Bertepatan dengan tahun ajaran baru. Hanya 50 persen siswa yang bisa mengikuti PTM ini.

“Sesuai arahan dari Presiden dan Menteri Pendidikan, ditargetkan tahun ajaran baru telah dilakukan PTM. Namun, siswa dibatasi 50 persen. Tahun ajaran baru dimulai tanggal 12 Juli,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch Maskur, kemarin (22/4).

Pembatasan 50 persen siswa, menurut Maskur, membuat PTM tidak bisa diikuti semua siswa di waktu bersamaan. Nantinya, siswa masuk bergantian sebanyak 50 persen.

“Lalu evaluasi akan selalu dilakukan setiap bulan. Tujuannya, untuk memastikan apakah ada siswa yang terpapar Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, evaluasi penerapan protokol kesehatan selama kegiatan PTM juga akan rutin dilakukan oleh Disdikbud. Harapannya, protokol kesehatan selalu dilakukan dengan ketat.

Saat ini, Disdikbud bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DKP2KB) melakukan persiapan untuk PTM. Salah satunya adalah vaksinasi terhadap guru.

“Untuk Guru sekolah negeri sudah selesai vaksinasinya. Sedangkan untuk guru sekolah swasta saat ini masih proses. Diharapkan saat PTM dimulai, guru telah divaksin semua,” ujarnya.

Menurut Maskur, sebelum tahun jaran baru, sebenarnya Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin sebagai Ketua Gugus Tugas telah mengizinkan kegiatan PTM. Namun, hanya untuk siswa kelas tinggi yang akan mengikuti ujian sekolah.

“Kelas 6 untuk tingkat SD dan kelas 9 di tingkat SMP sudah mengikuti PTM untuk persiapan ujian sekolah. Sekarang juga sudah ada kegiatan pondok ramadan di sekolah. Tapi, tetap terbatas,” terangnya.

Salah satu kepala sekolah membenarkan izin pemberlakukan PTM untuk persiapan ujian sekolah. Kepala SMPN 7 Kota Probolinggo Sudarmanto mengatakan, siswa kelas 9 di sekolahnya sudah mengikuti PTM untuk persiapan ujian sekolah.

“Tapi hanya diikuti siswa secara terbatas untuk siswa kelas 9 dan bergantian. Sekarang juga ada kegiatan pondok ramadan, tapi secara daring,” ujarnya. (put/hn)

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo–Pembelajaran tatap muka  (PTM) di Kota Probolinggo akan dimulai 12 Juli mendatang. Bertepatan dengan tahun ajaran baru. Hanya 50 persen siswa yang bisa mengikuti PTM ini.

“Sesuai arahan dari Presiden dan Menteri Pendidikan, ditargetkan tahun ajaran baru telah dilakukan PTM. Namun, siswa dibatasi 50 persen. Tahun ajaran baru dimulai tanggal 12 Juli,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch Maskur, kemarin (22/4).

Pembatasan 50 persen siswa, menurut Maskur, membuat PTM tidak bisa diikuti semua siswa di waktu bersamaan. Nantinya, siswa masuk bergantian sebanyak 50 persen.

Mobile_AP_Half Page

“Lalu evaluasi akan selalu dilakukan setiap bulan. Tujuannya, untuk memastikan apakah ada siswa yang terpapar Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, evaluasi penerapan protokol kesehatan selama kegiatan PTM juga akan rutin dilakukan oleh Disdikbud. Harapannya, protokol kesehatan selalu dilakukan dengan ketat.

Saat ini, Disdikbud bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DKP2KB) melakukan persiapan untuk PTM. Salah satunya adalah vaksinasi terhadap guru.

“Untuk Guru sekolah negeri sudah selesai vaksinasinya. Sedangkan untuk guru sekolah swasta saat ini masih proses. Diharapkan saat PTM dimulai, guru telah divaksin semua,” ujarnya.

Menurut Maskur, sebelum tahun jaran baru, sebenarnya Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin sebagai Ketua Gugus Tugas telah mengizinkan kegiatan PTM. Namun, hanya untuk siswa kelas tinggi yang akan mengikuti ujian sekolah.

“Kelas 6 untuk tingkat SD dan kelas 9 di tingkat SMP sudah mengikuti PTM untuk persiapan ujian sekolah. Sekarang juga sudah ada kegiatan pondok ramadan di sekolah. Tapi, tetap terbatas,” terangnya.

Salah satu kepala sekolah membenarkan izin pemberlakukan PTM untuk persiapan ujian sekolah. Kepala SMPN 7 Kota Probolinggo Sudarmanto mengatakan, siswa kelas 9 di sekolahnya sudah mengikuti PTM untuk persiapan ujian sekolah.

“Tapi hanya diikuti siswa secara terbatas untuk siswa kelas 9 dan bergantian. Sekarang juga ada kegiatan pondok ramadan, tapi secara daring,” ujarnya. (put/hn)

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2