alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bronjong 38 Meter Telan Rp 512 Juta untuk Penanganan Darurat

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo– Penanganan sementara terhadap tanggul yang jebol akibat banjir di Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, telah dilakukan. Salah satunya dibangun bronjong dengan anggaran Rp 512 juta. Dengan anggaran tersebut, dibangun tanggul darurat sepanjang sekitar 38 meter.

Penanganan darurat itu tidak memperbaiki seluruh plengsengan atau tanggul yang jebol akibat banjir. Anggaran ratusan juta rupiah itu digunakan untuk membangun bronjong di Dusun Gandean, Desa Dringu.

Kepala Bidang Sumber Daya Alam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengky Cahyo Saputro mengatakan, sesuai rencana awal, penanganan tanggul jebol di Sungai Kedunggaleng, Desa Dringu, menggunakan dana sharing. “Tanggul jebol dampak banjir di Dringu, sudah ditangani. Menggunakan dana sharing dari Pemkab Probolinggo dan UPT PSDAWS Welang Pekalen Pasuruan atau Provinsi,” ujarnya.

Pembangunan bronjong mulai dikerjakan sejak akhir bulan kemarin. Panjangnya sekitar 38 meter. Dengan ketinggian antara 6-7 meter. “Sementara pemasangan bronjong dilakukan di titik yang dianggap paling rawan. Yaitu, tanggul yang jebol dan rawan mengakibatkan banjir,” jelasnya.

Diketahui, bulan kemarin banjir menerjang empat desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dampak empat kali banjir itu, banyak plengsengan Sungai Kedunggaleng yang jebol. Akibatnya, ratusan rumah warga tergenang air. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo– Penanganan sementara terhadap tanggul yang jebol akibat banjir di Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, telah dilakukan. Salah satunya dibangun bronjong dengan anggaran Rp 512 juta. Dengan anggaran tersebut, dibangun tanggul darurat sepanjang sekitar 38 meter.

Penanganan darurat itu tidak memperbaiki seluruh plengsengan atau tanggul yang jebol akibat banjir. Anggaran ratusan juta rupiah itu digunakan untuk membangun bronjong di Dusun Gandean, Desa Dringu.

Kepala Bidang Sumber Daya Alam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengky Cahyo Saputro mengatakan, sesuai rencana awal, penanganan tanggul jebol di Sungai Kedunggaleng, Desa Dringu, menggunakan dana sharing. “Tanggul jebol dampak banjir di Dringu, sudah ditangani. Menggunakan dana sharing dari Pemkab Probolinggo dan UPT PSDAWS Welang Pekalen Pasuruan atau Provinsi,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Pembangunan bronjong mulai dikerjakan sejak akhir bulan kemarin. Panjangnya sekitar 38 meter. Dengan ketinggian antara 6-7 meter. “Sementara pemasangan bronjong dilakukan di titik yang dianggap paling rawan. Yaitu, tanggul yang jebol dan rawan mengakibatkan banjir,” jelasnya.

Diketahui, bulan kemarin banjir menerjang empat desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dampak empat kali banjir itu, banyak plengsengan Sungai Kedunggaleng yang jebol. Akibatnya, ratusan rumah warga tergenang air. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2