Petani-Nelayan di Probolinggo Tetap Bisa BBM Pakai Jeriken

KANIGARAN, Radar Bromo – Petani dan nelayan yang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kota Probolinggo, akhirnya bisa bernapas lega. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo memastikan surat edaran (SE) pembatasan pembelian BBM yang dikeluarkan Wali Kota Probolinggo, ditujukan untuk pembelian perorangan.

Para petani dan nelayan tetap bisa membeli dengan jeriken asalkan memiliki surat keterangan yang memastikan identitas sebagai petani dan nelayan. “SE ini menyasar untuk membatasi pembelian premium. Selama ini penjualan yang berlebihan adalah premium dibandingkan solar,” ujar Kepala DKUPP Kota Probolinggo Gatot Wahyudi.

Bagi petani maupun nelayan yang membutuhkan BBM untuk kegiatan pertanian atau penangkapan ikan, tetap bisa membelinya menggunakan jeriken. Namun, harus menyertakan surat keterangan dari dinas terkait atau kelurahan mengenai penggunaan BBM-nya. “SPBU pasti mengerti dengan menggunakan surat keterangan ini tetap bisa membeli. Yang dibatasi adalah pembelian premium,” ujarnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Probolinggo ini memastikan akan ada evaluasi terhadap pelaksanaan SE Wali Kota itu. Namun, belum dipastikan kapan evaluasi akan dilakukan. “Evaluasi bisa dilakukan sewaktu-waktu untuk melihat progres pelaksanaannya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Jumat (20/3), Pemkot Probolinggo memberlakukan SE Wali Kota terkait pembatasan pembelian BBM jenis premium di SPBU se-Kota Probolinggo. Dalam SE itu disebutkan kendaraan roda 4 maksimal hanya bisa membeli premium Rp 200 ribu. Lalu, roda 2 maksimal Rp 30 ribu, dan roda 3 maksimal Rp 50 ribu. (put/rud)